comscore

Ekspor Rumput Laut Indonesia Meningkat di Tengah Pandemi

Eko Nordiansyah - 27 Desember 2021 19:56 WIB
Ekspor Rumput Laut Indonesia Meningkat di Tengah Pandemi
Ilustrasi. Foto: dok. LPEI
Jakarta: Ekspor rumput laut Indonesia mencatatkan kinerja positif secara kumulatif selama periode Januari-Oktober 2021 meskipun di tengah pandemi covid-19 yang masih melanda dunia. Peningkatan ini terjadi karena kenaikan permintaan dari mitra dagang utama Indonesia yaitu Tiongkok.

Berdasarkan kajian Indonesia Eximbank Institute (IEB Institute), unit riset Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), nilai ekspor rumput laut selama periode Januari-Oktober 2021 naik 20,42 persen year on year (yoy) mencapai USD177,99 juta. Di sisi volume, ekspornya juga naik 11,68 persen (yoy) menjadi 159,59 ribu ton.
"Meskipun kinerja ekspor pada tahun 2020 sempat mengalami penurunan, namun di sisi lain Indonesia mampu menempati peringkat kedua sebagai negara eksportir rumput laut terbesar di dunia yang berdaya saing baik," kata Kepala Divisi IEB Institute LPEI Rini Satriani dalam keterangan di Jakarta, Senin, 27 Desember 2021.

Adapun jenis rumput laut asal Indonesia yang dikenal baik di pasar global adalah Eucheuma Cottonii yang memiliki porsi sebesar 71,59 persen dari total ekspor produk rumput laut Indonesia pada 2020. Jenis rumput laut ini dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan karagenan.

"Sementara, jenis rumput laut Gracilaria sp. menjadi produk ekspor rumput laut terbesar kedua dengan porsi 11,89 persen yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan agar-agar," ungkapnya.

Ia menambahkan, tujuan ekspor rumput laut Indonesia pada 2020 didominasi ke negara Tiongkok dengan porsi terbesar yaitu 82,36 persen. Selanjutnya ekspor rumput laut juga dikirim ke Korea Selatan 5,25 persen, Chile 3,20 persen, Vietnam 2,09 persen, dan Perancis 1,97 persen.

"Sulawesi Selatan merupakan wilayah asal ekspor rumput laut terbesar Indonesia dengan kontribusi sekitar 47,95 persen dari total ekspor rumput laut Indonesia dan diikuti oleh Jawa Timur dengan konstribusi sekitar 26,60 persen," jelas dia.

Melihat tren positif dari kinerja ekspor serta potensi yang luar biasa, Indonesia perlu mengoptimalkan kapasitas produksi komoditas rumput laut ini. Beberapa waktu lalu, LPEI baru saja meresmikan desa devisa penghasil rumput laut yang berlokasi di Desa Kupang, Sidoarjo, Jawa Timur.

Melalui program jasa konsultasi, LPEI meluncurkan program desa devisa berbasis pengembangan masyarakat atau komunitas atau community development bagi wilayah yang memiliki produk unggulan berorientasi ekspor untuk mengembangkan potensi secara ekonomi, sosial dan lingkungan bagi kesejahteraan masyarakatnya.
 

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id