Berpotensi Gagal Panen, Ini Langkah Kementan Antisipasi La Nina

    Antara - 20 September 2021 14:03 WIB
    Berpotensi Gagal Panen, Ini Langkah Kementan Antisipasi La Nina
    Ilustrasi petani sedang menanam benih padi - - Foto: Medcom/ Syahmaidarde



    Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan langkah antisipasi terhadap ancaman La Nina yang bisa berakibat gagal panen. Pasalnya, La Nina menyebabkan musim hujan datang lebih awal serta curah hujan menjadi lebih tinggi.

    "Antisipasinya mapping wilayah rawan banjir, menyiapkan early warning system, dan secara rutin memantau informasi iklim dari BMKG, penyiapan gerakan Brigade La Nina," kata Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di gedung DPR Jakarta, Senin, 20 September 2021.

     



    Selain itu, Kementan juga menyediakan bantuan benih gratis yang bisa ditanam maksimal 20 hari setelah selesai banjir, penyiapan pompanisasi in-out dari sawah dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier atau kuarter.

    Hal ini dilakukan agar tanaman padi masih bisa tetap berproduksi maksimal meskipun dampak La Nina terjadi pada akhir tahun di Indonesia.

    "Langkah antisipasi lainnya adalah menyosialisasikan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan penggunaan bantuan benih, serta penyiapan optimalisasi pascapanen dengan menggunakan mesin pengering serta mesin penggilingan padi modern," tambah dia.

    Untuk langkah antisipasi jangka menengah atau permanen, Kementerian Pertanian melakukan pembangunan atau rehabilitasi saluran irigasi tersier dan kuarter, pembangunan atau rehabilitasi sarana penampungan ari seperti embung dan sarana distribusi air lainnya, serta penguatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian.

    Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), awal musim hujan diperkirakan mulai terjadi pada September di Sumatera bagian tengah hingga selatan dan Kalimantan bagian tengah.

    Namun sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami awal musim hujan pada Oktober yaitu sebagian Sumatra, sebagian Kalimantan, sebagian Sulawesi, sebagian besar Jawa, sebagian besar Bali, Maluku Utara, dan Papua bagian tengah. Sedangkan masa puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Januari 2022 yang sebagian besar terjadi di seluruh wilayah Indonesia.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id