Kenaikan Upah Lebih Besar dari Proyeksi Inflasi? Ternyata Ini Alasannya

    MetroTV - 20 November 2021 07:41 WIB
    Kenaikan Upah Lebih Besar dari Proyeksi Inflasi? Ternyata Ini Alasannya
    Upah minimum naik tipis-tipis. Foto: Dok/Metro TV



    Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menetapkan kenaikan upah minimum 2022 secara nasional rata-rata sebesar 1,09 persen. Padahal, inflasi di Tahun 2022 diprediksi mencapai 3,12 persen.

    Staf Khusus Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Dita Indah Sari menanggapi hal ini. Ia mengatakan, Kemnaker telah melakukan perhitungan kompleks untuk menangani hal tersebut.

     



    "Kenapa lebih rendah dari inflasi? karena kita menambah aspek lainnya yang lebih luas. Yaitu, kemampuan konsumsi, rumah tangga, jumlah orang yang bekerja di Rumah Tangga. Indonesia masuk direcovery, jadi harus disiapkan untuk itu," ujar Dita dalam Primetime News Metro TV, Jumat, 19 November 2021.

    Ia berharap, kebijakan yang diturunkan dari Undang-undang Cipta Kerja ini bisa memberikan penyesuaian upah minimum per daerah yang berkeadilan. Sehingga, menciptakan lapangan kerja yang lebih baik bagi semua kalangan.

    Sebelumnya, publik dibuat heboh atas kebijakan upah minimum rata-rata sebesar 1,09 persen yang dinilai timpang dengan proyeksi inflasi di 2022. (Mentari Puspadini)

     

    (MBM)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id