Genjot Produksi, Pertamina Bor 161 Sumur di Blok Rokan di 2021

    Suci Sedya Utami - 22 Juli 2021 21:23 WIB
    Genjot Produksi, Pertamina Bor 161 Sumur di Blok Rokan di 2021
    Ilustrasi blok rokan. Foto: AFP



    Jakarta: Pertamina Hulu Rokan (PHR) dipastikan segera mengelola Blok Rokan awal Agustus mendatang. Perseroan pun menargetkan akan menjaga produksi, bahkan menjanjikan peningkatan setelah alih kelola.

    Direktur Utama PHR Jaffee A Suardin mengatakan, untuk mendukung target tersebut, pasca-alih kelola PHR akan mengebor 161 sumur di tahun ini. Ia bilang, awalnya PHR hanya akan melanjutkan pengeboran sekitar 44 sumur di 2021.

     



    "Dari data sekarang Agustus-Desember ada 161 sumur, ada 77 sumur yang mungkin belum diselesaikan existing kontraktor (Chevron Pacific Indonesia)," kata Jaffe dalam webinar Menjaga Keandalan Operasi Wilayah Kerja Rokan, Kamis, 22 Juli 2021.

    Ia mengatakan pihaknya akan bekerja keras untuk mencapai target tersebut. Salah satunya yakni dengan menyiapkan sumber daya yang dibutuhkan. Ia bilang untuk mengebor sumur-sumur tersebut, maka perseroan menyiapkan sebanyak 16-17 rig.

    Selain itu, kata Jaffe, pihaknya juga akan melanjutkan kegiatan pengeboran di tahun depan untuk menemukan tambahan cadangan. Namun ia tidak menyebutkan berapa sumur yang akan dibor di 2022.

    "Yang kita kejar bukan jumlah sumurnya tapi reserve (cadangan)," tutur dia.

    Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Fatar Yani Abdurrahman percaya anak usaha Pertamina ini akan mampu mengambil alih keberhasilan yang telah dicapai Chevron dalam mengelola Blok Rokan, termasuk juga mengambil alih pengeboran sumur apabila tidak bisa dilanjutkan oleh perusahaan migas asal Amerika Serikat tersebut.

    Menurut Fatar, hambatan pengeboran yang dialami saat ini yakni ketersediaan rig dari yang seharusnya dibutuhkan sepuluh, hanya bisa dipenuhi enam.

    "Jadi kalau enggak selesai (ngebor), maka material di bawah ke Pertamina, nanti dilanjutkan secara maksimal yang penting investasinya digelontorkan semua (oleh Chevron) supaya semua sumur terselesaikan," ujar Fatar.

    Lebih jauh Jaffee menambahkan pihaknya yakin bisa menggenjot produksi di blok terbesar kedua di Indonesia ini. Sebab, ketika alih kelola, Pertamina akan diisi oleh pegawai-pegawai Chevron yang telah memiliki pengalaman dalam mengelola blok tersebut, termasuk dalam hal pemanfaatan teknologi.

    "Apapun yang sudah atau yang belum ditransferkan ke pegawai itu akan kami teruskan, kalau lebih dari itu kita harus cari jalan. Contoh EOR, kami masih terus cari jalan. Yang tidak bisa, kami akui belum bisa, kita kerja sama dengan ahlinya. Fokus kembangkan secara masif dan agresif," jelas Jaffee.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id