12 Proyek Pembangkit Batu Bara Batal Dibangun

    Suci Sedya Utami - 04 Juni 2021 15:44 WIB
    12 Proyek Pembangkit Batu Bara Batal Dibangun
    Ilustrasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) - - Foto: MI/ Ramdani



    Jakarta: Direktorat Jenderal (Ditjen) Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan sebanyak 34 proyek pembangkit mengalami kendala. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara tidak dilanjutkan.

    Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana mengatakan penyebab proyek-proyek tersebut tidak dilanjutkan lantaran pengerjaannya di lapangan mangkrak atau tidak berprogres.

     



    "Yang terkendala yang diterminasi itu artinya enggak jadi dibangun PLTU tersebut," kata Rida dalam konferensi pers, Jumat, 4 Juni 2021.

    Berdasarkan data Ditjen Gatrik, 12 proyek tersebut antara lain PLTU Tembilahan berkapasitas 2x5,5 megawatt (MW) yang dikerjakan oleh produsen listrik swasta (IPP), PLTU Kuala Tungkal kapasitas 2x7 MW oleh PLN, PLTU Ipuh Seblat 2x3 MW oleh PLN, PLTU Bengkalis 2x10 MW oleh PLN.

    Kemudian PLTU Tarakan 2x7 MW oleh PLN, PLTU Kuala Pambuang 2x3 MW oleh PLN, PLTU Buntok 2x7 MW oleh PLN, PLTU Raha 2x3 MW oleh PLN, PLTU Bau-bau 2x10 MW oleh PLN, PLTU Wangi-wangi 2x3 MW oleh PLN, PLTU Ambon-FTP1 2x15 MW oleh PLN dan PLTU Jayapura 2x15 MW oleh PLN.

    "Untuk memenuhi supply demand (di wilayah PLTU tersebut) akan dipenuhi dengan pembangunan gardu induk dan transmisi," ujar Rida.

    Sementara tujuh PLTU progresnya telah masuk Commissioning Operation Date (COD) atau beroperasi antara lain PLTU Tembilahan 2x7 MW oleh PLN, PLTU Malinau 2x3 MW oleh PLN, PLTU Tanjung Redeb 2x7 MW oleh PLN, PLTU Gorontalo 2x25 MW oleh PLM, PLTU Ampana 23 MW oleh PLN, PLTU Kendari Extension 1x10 MW oleh PLN dan PLTU Sumbawa Barat 2x7 MW oleh PLN.
     
    Serta sisanya 15 proyek akan dilanjutkan. Ia mengatakan untuk yang dilanjutkan akan ada pergantian kontraktor yang mengerjakan, antara lain PLTU 1 Kalbar Parit Baru FTP-1 2X50 MW oleh PLN, PLTU 2 Kalbar Bengkayang FTP-1 2x27,5 MW oleh PLN, PLTU Tanjung Selor 1x7 MW oleh PLN, PLTU Sampit 2x25 MW oleh PLN, PLTU Kotabaru 2x7 MW oleh PLN, PLTU Talaud 2x3 MW oleh PLN.
     
    Kemudian Pembankit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Lapal 2 2x2 oleh IPP, PLTM Buleleng 2x0,6 MW oleh PLN, PLTU 1 NTB Bima-FTP1 2X10 MW oleh PLN, PLTU Alor 2x3 MW oleh PLN, PLTU Atambua 4x6 MW oleh PLN, PLTU Rote 2x3 MW oleh PLN, PLTU Sofifi 2x3 MW oleh PLN, PLTM Kalibumi 2x1,3 MW oleh PLN dan PLTU Timika 4x7 MW oleh PLN.
     
    "Yang dilanjutkan proyeknya diteruskan misal kontraknya ganti. Pembangkitnya tetap dibangun, dilanjutkan, mungkin kontraktornya yang beda," jelas Rida.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id