Antisipasi Kekeringan, Kementan Bangun Embung di Kepulauan Meranti

    M Studio - 09 Juni 2021 14:58 WIB
    Antisipasi Kekeringan, Kementan Bangun Embung di Kepulauan Meranti
    Selain untuk meningkatkan produktivitas, pembangunan embung juga bertujuan untuk mengantisipasi musim kemarau (Foto:Dok.Kementan)



    Kepulauan Meranti: Berbagai cara ditempuh Kementerian Pertanian (Kementan) untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Salah satunya melalui pembangunan konservasi air atau embung. 

    Pembangunan embung kali ini direalisasikan untuk petani di Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Selain untuk meningkatkan produktivitas, pembangunan embung juga bertujuan untuk mengantisipasi musim kemarau. 

     



    Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan pembangunan embung sebagai upaya mengantisipasi kekeringan memasuki musim kemarau.

    "Mitigasi bencana kekeringan akibat musim kemarau adalah dengan melakukan percepatan tanam untuk meningkatkan produksi. Artinya, di mana ada sumber air, maka di situ pula harus dilakukan akselerasi yang lebih intensif. Pemanfaatan sumber-sumber air seperti embung, bendungan, waduk, penggunaan pompa dan alat mesin pertanian (alsintan) untuk memitigasi kekeringan harus lebih diopimalkan," ujar Mentan Syahrul, dikutip keterangan tertulis, Rabu, 9 Juni 2021.

    Lebih lanjut dijelaskan oleh Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil bahwa embung merupakan bagian dari pengelolaan air, baik saat musim penghujan maupun musim kemarau. 

    "Embung menjadi bagian dari water management. Dalam pertanian, air merupakan hal penting yang harus selalu ada. Oleh karena itu embung merupakan bagian dari solusi upaya memitigasi gagal panen akibat musim kemarau," tutur Ali Jamil.

    Sawah petani sangat bergantung pada ketersediaan air. Program embung ini memastikan kebutuhan air bagi lahan pertanian dapat terus terpenuhi.

    "Embung ini salah satu solusi agar air dapat terus mengaliri lahan persawahan petani. Kami tak mau proses budi daya pertanian terganggu musim kemarau," ujar Ali Jamil.

    Khusus di Kepulauan Meranti, program kegiatan pembangunan embung diperuntukkan bagi Kelompok Tani Kedabu Indah di Desa Kedabu Rapat, Kecamatan Rangsang Pesisir.

    "Dimensi bangunan embung sepanjang 40 meter, lebar 10 meter, dan kedalaman 1,5 meter. Embung ini kita harapkan dapat menghindarkan petani dari kerugian akibat gagal panen karena musim kemarau," kata Direktur Irigasi Pertanian Ditjen PSP Kementan Rahmanto.

    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id