Penggunaan Masker Bantu Pemulihan Ekonomi Nasional

    Suci Sedya Utami, Hendrik Simorangkir - 27 Juni 2020 20:16 WIB
    Penggunaan Masker Bantu Pemulihan Ekonomi Nasional
    Pembagian masker gratis dalam Gerakan Pakai Masker (GPM) di Pasar Tanah Tinggi, Kota Tangerang - - Foto: Medcom/ Hendrik Simorangkir
    Jakarta: Penggunaan masker tak hanya efektif dalam menekan penyebaran virus covid-19. Namun gerakan pakai masker justru dapat membantu pemulihan ekonomi nasional.

    Ketua Gerakan Pakai Masker (GPM) Sigit Pramono mengatakan penggunaan masker dapat menurunkan risiko penularan virus sebesar 75 persen termasuk mendorong pemulihan kondisi perekonomian imbas pandemi.

    "Pakai masker akan membuat perekonomian dan kehidupan masyarakat bangkit kembali," kata Sigit dalam peluncuran Gerakan Pakai Masker (GPM). Peluncuran GPM dilakukan di Pasar Tanah Tinggi, Tangerang, Sabtu, 27 Juni 2020.

    Sigit menambahkan target utama sosialisasi GPM adalah para pedagang pasar dan konsumen yang berbelanja di pasar tradisional. Karena, ada kecenderungan para pedagang tidak disiplin mengenakan masker saat beraktivitas dan berhubungan dengan banyak orang.

    "Bahkan ada petugas kesehatan yang diusir dari pasar ketika hendak melakukan test covid-19 kepada para pedagang. Ini sangat ironis," ungkap dia.

    Menurut Sigit jumlah pedagang di pasar-pasar tradisional yang terpapar terus meningkat dan dikhawatirkan akan menjadi kluster baru penularan covid-19. Kesadaran mengenakan masker yang masih rendah juga akan berdampak pada kegiatan usaha di pasar-pasar tradisional karena konsumen akan merasa khawatir untuk berbelanja di sana.

    "Belum lagi jika ditemukan pedagang yang terpapar covid-19, seluruh pasar akan ditutup oleh pemerintah. Ini tentu saja merugikan pedagang dan konsumen," kata Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) ini.  

    Dalam kesempatan yang sama, Direktur Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Handayani mengatakan pasar tradisional merupakan wadah para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang merupakan target bisnis BRI. UMKM tercatat memiliki kontribusi 60,3 persen dari total produk domestik bruto (PDB) nasional dan menyerap 97 persen tenaga kerja.

    "Menjadi tugas kita bersama selain membantu dari sisi pembiayaan tentu membantu memastikan agar selalu dalam keadaan sehat untuk jadi motor penggerak ekonomi nasional," jelas Handayani.

    Adapun GPM didukung oleh sejumlah perusahaan, organisasi profesi, komunitas, yayasan, dan sejumlah tokoh  Indonesia. Di antaranya Mustofa Bisri (Gus Mus), Goenawan Mohamad, Agus Martowardojo, Yusuf Mansur, Romo Mudji Sutrisno, Butet Kertaradjasa, Peter F Gontha, Yenny Wahid.

    Kemudian Andy F. Noya, Surya Pratomo, Eko B. Supriyanto, Pandu Riono, Rosan Roeslan, Hariyadi Sukamdani, Benny Soetrisno, Aviliani, dan sejumlah tokoh lainnya.



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id