PGN Percepat Pembangunan Terminal LNG Teluk Lamong

    Suci Sedya Utami - 19 Maret 2020 19:49 WIB
    PGN Percepat Pembangunan Terminal LNG Teluk Lamong
    Ilustrasi PGN - - Foto: Medcom/ Annisa Ayu
    Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara (PGN) mempercepat pembangunan terminal gas alam cair (LNG) Teluk Lamong, di Surabaya, Jawa Timur. Pengembangan proyek Terminal LNG Teluk Lamong ditargetkan segera rampung demi memenuhi pasokan gas bumi di Jawa Timur.

    Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Redy Ferryanto mengatakan rencananya proyek ini akan selesai dan dimulai uji coba untuk memasok gas pada Mei 2020. Saat ini progresnya sudah mencapai sekitar 90 persen. Sementara kapasitas gas yang disalurkan dalam uji coba 40 juta standar kaki kubik (mmscfd).

    "Di tengah penyebaran covid-19, kami tetap berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini. Pada uji coba Mei nanti, gas akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan di Jawa Timur, baik yang disalurkan melalui gas pipa maupun bentuk retail LNG," katanya dalam keterangan resmi, Kamis, 19 Maret 2020.

    Ia menjelaskan bila pembangunan Terminal LNG Teluk Lamong rampung secara permanen maka dapat memenuhi demand gas di Jawa Timur sebesar 180 mmscfd pada 2023.  

    “Dengan diselesaikannya pembangunan LNG Teluk Lamong, juga dapat menjadi optimalisasi portofolio LNG domestik maupun ketahanan pasokan gas bagi jaringan terintegrasi trans Jawa dan Trans Sumatera ke depan,” tambah Redy.

    Selain proyek Terminal Teluk Lamong, PGN juga tengah menyelesaikan pembangunan  pipa gas bypass Trosobo-Krian, Sidoarjo dengan diameter 10 inchi demi meningkatkan kehandalan jaringan pipa gas di Jawa  bagian timur.


    Proyek yang dibangun sejak Oktober 2019, ditargetkan terpasang sepanjang 4,52 KM dengan rincian 3,7 km di ruas Jalan Bypass Krian dan 820 meter di ruas Jalan Trosobo Taman.

    “Asumsi kapasitas penyaluran gas di Jaringan pipa Trosobo- Krian saat ini sebesar ± 131 mmscfd. Diharapkan proyek ini dapat selesai sesuai dengan rencana, karena kebutuhan gas yang semakin meningkat khususnya industri. Salah satu output dari proyeksi percepatan pembangunan proyek Jawa bagian Timur adalah untuk pengembangan kawasaan industri baru berbasis gas bumi,” ucap Redy.

    Lebih lanjut, jaringan pipa gas dan Terminal LNG Teluk Lamong ini akan menjamin wilayah baru mendapatkan pasokan gas secara berkelanjutan. Infrastruktur yang berkembang dan ketahanan pasokan yang terjamin, diyakini dapat mendukung berkembangnya sentra industri baru yang diharapkan dapat berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi.

    Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama mengatakan dari hitungan PGN, akan ada peningkatan pelanggan industri baru di Jawa Timur apabila pasokan dan distribusi gas terjamin. Dengan permintaan di atas 160 mmscfd, secara keseluruhan target PGN  sesuai rencana kerja 2020, akan ada  penambahan pelanggan industri baru sebanyak 650 pelanggan.


    Adapun penambahan infrastruktur gas untuk menunjang target tersebut yaitu 500 KM pipa distribusi untuk eksisting dan perluasan wilayah, 528 KM pipa transmisi, tujuh LNG Filling Station untuk truk maupun kapal, lima FSRU, dan 34 Mini LNG untuk seluruh sektor pengguna gas bumi.

    “Dalam lima tahun kedepan, PGN menargetkan volume 1.800 BBTUD Niaga Domestik dapat diwujudkan, salah satunya untuk menyokong produktivitas industri dalam negeri. Tak hanya di Jawa Timur, tetapi juga untuk ketersediaan gas yang andal dapat memajukan industri di wilayah lain," jelas Rachmad.



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id