Mendag Ajak Pengusaha Berinovasi Agar Ekspor Cepat Pulih

    Ade Hapsari Lestarini - 19 Agustus 2020 10:43 WIB
    Mendag Ajak Pengusaha Berinovasi Agar Ekspor Cepat Pulih
    Kegiatan ekspor impor. Foto: dok MI/Pius Erlangga.
    Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengajak para pengusaha menciptakan berbagai inovasi dan terobosan agar produk yang dipasarkan dapat diterima dan mampu bersaing di pasar global. Khususnya di tengah pandemi covid-19.

    Agus mengapresiasi langkah-langkah pengusaha untuk memajukan ekspor produk dalam negeri. Apalagi covid-19 membuat banyak perusahaan mengubah strategi produk ekspor ataupun strategi fokus pasar mereka.

    "Ada pengusaha yang memanfaatkan penelitian dan pengembangan untuk menguatkan daya saing produk mereka, saya sangat mengapresiasi," kata Agus, dalam keterangan resminya, Rabu, 18 Agustus 2020.

    Menurut dia adaptasi dunia usaha di masa pandemi dapat dilakukan melalui inovasi dan diversifikasi produk ekspor. Salah satunya memenuhi kebutuhan global produk-produk seperti masker dan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

    Pemerintah pun mendukung peluang ekspor komoditas Indonesia, termasuk tekstil dan produk tekstil (TPT) lewat sejumlah kebijakan. Kementerian Perdagangan mengeluarkan kebijakan relaksasi percepatan ekspor melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 57 Tahun 2020 tentang Ketentuan Ekspor Bahan Baku Masker, Masker, dan Alat Pelindung Diri.

    "Kebijakan ini dibuat untuk mendorong ekspor APD buatan Indonesia yang berkualitas dunia, sehingga berkontribusi terhadap pasar APD global. Dengan catatan, kebutuhan dalam negeri telah tercukupi," tuturnya.

    Mendag yakin di masa sulit seperti sekarang, ekspor produk tekstil Indonesia akan tetap tumbuh. Hal ini, kata Agus, bisa dilihat selama kuartal II-2020, salah satunya yakni PT Ateja Tritunggal telah mengekspor 11 juta meter technical textile ke 84 negara di seluruh dunia.

    Pada periode Januari-Juni 2020, ekspor produk TPT Indonesia tercatat sebesar USD5,01 miliar. Nilai ini turun 21,63 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai USD6,39 miliar. Penurunan tersebut akibat kebijakan lockdown di sejumah negara.

    Agus optimistis dalam jangka panjang, kinerja ekspor juga akan kembali pulih. Apalagi Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan neraca perdagangan Januari-Juli 2020 surplus sebesar USD8,75 miliar. Surplus tersebut turut didorong oleh surplus neraca perdagangan pada Juli 2020 yang mencapai USD3,26 miliar. Catatan ini jauh lebih besar jika dibandingkan dengan surplus pada Juni 2020 yang hanya tercatat sebesar USD1,27 miliar.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id