8,59 Juta Debitur KUR Dapat Relaksasi

    Eko Prasetyo Jaya - 28 Juli 2020 12:00 WIB
    8,59 Juta Debitur KUR Dapat Relaksasi
    Ilustrasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) - - Foto: dok MI
    Jakarta: Pemerintah mencatat sebanyak 8,59 juta debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) sudah mendapatkan relaksasi selama masa pandemi covid-19. Relaksasi yang diberikan berupa tambahan subsidi bunga, penundaan angsuran pokok, perpanjangan jangka waktu, ataupun penambahan limit plafon KUR.

    "Berdasarkan data Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) posisi 27 Juli 2020 yang disampaikan 20 Penyalur KUR, ternyata telah dimanfaatkan signifikan oleh debitur KUR," kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 28 Juli 2020.

    Jika dirinci tambahan subsidi bunga KUR diberikan kepada 5.837.387 debitur dengan baki debet Rp110,13 triliun. Selanjutnya, penundaan angsuran pokok paling lama enam bulan diberikan kepada 1.380.060 debitur dengan baki debet Rp38,2 triliun.

    Selain itu, perpanjangan jangka waktu diberikan kepada 1.376.389 debitur dengan baki debet Rp37,23 triliun. Sementara penambahan limit plafon KUR diberikan kepada 14 debitur dengan baki debet Rp2,4 miliar.

    Secara keseluruhan realisasi penyaluran KUR dari Agustus 2015 sampai dengan 30 Juni 2020 telah mencapai sebesar Rp 550,24 triliun dengan baki debet sebesar Rp161,74 triliun diberikan kepada 20,9 juta debitur. Adapun tingkat rasio kredit macet (NPL) KUR sampai dengan 30 Juni 2020 tercatat masih di posisi terjaga yaitu sebesar 1,18 persen.


    "Sementara itu penyaluran KUR selama Januari 2020 sampai dengan 31 Juni 2020 sudah mencapai Rp76,2 triliun kepada 2,2 juta debitur. Penyaluran tersebut sebesar 40,1 persen dari target 2020 sebesar Rp190 triliun," jelas dia.

    Adapun penyaluran KUR pada masa covid-19 melambat dari sebesar Rp18,9 triliun pada Maret 2020 menjadi hanya sebesar Rp4,75 triliun pada Mei 2020. Pada Juni 2020, penyaluran KUR telah kembali meningkat menjadi sebesar Rp10,45 triliun dengan peningkatan signifikan terjadi sejak minggu ketiga Juni 2020 seiring dimulainya pembukaan aktivitas ekonomi dan penerapan adaptasi kebiasaan baru.

    "Sektor UMKM diharapkan mampu menjadi penopang perekonomian dalam mempercepat pemulihan ekonomi dengan didukung kebijakan pembebasan pembatasan penyaluran KUR untuk sektor perdagangan atau non produksi yaitu melalui kebijakan penghapusan target penyaluran KUR pada sektor produksi," pungkasnya.  


    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id