Mentan Enggan Lepaskan Kalung Antivirus Korona

    Ilham wibowo - 03 Juli 2020 18:48 WIB
    Mentan Enggan Lepaskan Kalung Antivirus Korona
    Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menggunakan kalung antivirus eucalyptus - - Dok: Kementan
    Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo enggan melepaskan kalung serbuk nano encapsule eucalyptus dari lehernya. Kalung antivirus korona ini selalu dipakainya agar terhindar dari penyebaran covid-19.

    "Ini antivirus hasil Litbang Kementan dari eucalyptus, pohon kayu putih dari 700 jenis ada satu yang bisa mematikan korona," kata Syahrul di sela-sela kunjungan kerja ke kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat, 3 Juli 2020.

    Syahrul bilang produk tersebut membuatnya percaya diri untuk berkunjung ke tempat ramai sekalipun. Bahkan kalung itu dipakai blusukan ke berbagai daerah untuk memastikan produksi pertanian nasional berjalan dengan optimal.


    "Ini sudah dicoba, bisa membunuh (virus korona) kalau kontak lebih dari 15 menit bisa membunuh virus 42 persen dari korona, kalau dia 40 menit akan membunuh 80 persen virus korona," ungkapnya.

    Menurut Syahrul, inovasi antivirus ini sudah di tahap kerja sama dengan pabrikan untuk produksi massal. Dalam waktu dekat, produk antivirus itu bisa dimanfaatkan masyarakat dengan harga yang terjangkau.

    "Hasil laboratorium kita ini dan hasil laboratorium ini untuk antivirus. Kami yakin bulan depan ini sudah dicetak dan diperbanyak. Ini buatan Indonesia," ujar Syahrul

    Dalam kesempatan berbeda, Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry mengatakan bahwa prototipe inovasi antivirus eucalyptus buatan Kementan sudah digunakan oleh pasien positif covid-19 di Indonesia.

    Hasilnya, tingkat kesembuhan dirasakan meningkat setelah melakukan terapi pengobatan. Temuan peneliti Balitbangtan di laboratorium yang mengantongi sertifikat keselamatan biologi (Biosavety) level 3 (BSL3) ini mampu membunuh virus 80-100 persen.


    "Ada beberapa staf di Kementan yang hasil swabnya positif (covid-19) dan itu yang kami uji, langsung mereka testimoni sendiri," kata Fadjri.

    Bahan aktif pada eucalyptus bisa digunakan masyarakat untuk menghindari penularan covid-19. Para pasien yang terpapar covid-19 merasakan lega pada saluran pernapasan dan lendir di tenggorokan setelah memasang kalung tersebut.

    "Kami sudah berikan ke 20 orang, kebetulan ada staf Kementan positif covid-19 dan hasil testimoni dari 20 orang itu sudah diberikan inhalasi dan roll on merespons positif, proses pernapasan semakin bagus dan arah kesembuhan semakin bagus," ungkapnya.

    Bahan aktif utama pada eucalyptus terdapat pada cineol 1,8 atau eucalyptol yang memiliki manfaat sebagai antimikroba dan antivirus melalui mekanisme Mpro. Adapun Mpro merupakan main protease (3CLPro) yang menjadi target potensial dalam penghambatan replikasi semua jenis virus korona.  

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id