Food Estate Kalteng Beroperasi Oktober 2020

    Ilham wibowo - 03 Juli 2020 21:10 WIB
    <i>Food Estate</i> Kalteng Beroperasi Oktober 2020
    Ilustrasi - - Foto: MI/ Immanuel Antonius
    Jakarta: Proyek lumbung pangan atau food estate di Kalimantan Tengah akan beroperasi pada musim tanam Oktober mendatang. Dari total lahan 165 ribu hektare (ha), sebanyak 30 ribu ha diprioritaskan untuk tanaman padi.

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pihaknya terlibat dalam perbaikan saluran irigasi persawahan dengan anggaran mencapai Rp49 miliar.

    "Sekarang kita mau koordinasi pelaksanaannya untuk fokus pada food estate ini di lahan eks pengembangan lahan gambut," kata Basuki dalam konferensi pers di kantor PUPR, Jakarta, Jumat, 3 Juli 2020.

    Basuki memaparkan lahan yang akan digunakan sangat potensial untuk pengembangan pertanian lantaran berada di antara Sungai Barito dan Sungai Kapuas. Biaya saluran irigasi juga bisa ditekan lantaran hanya diperuntukkan pada perbaikan fasilitas.


    "Rencana aksi ini berurutan, saya dari Kementerian PUPR memperbaiki irigasi baik primer, sekunder, tersier. Setelah itu Pak Mentan melakukan agricultural practices baik bibit, alat mesin pertanian dan pupuk," tuturnya.

    Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menambahkan setelah pengerjaan saluran irigasi selesai, ia bisa langsung memulai proses tanam dengan melibatkan masyarakat transmigrasi dan anggota TNI. Dengan intervensi peralatan modern, satu petani bisa mengelola lahan sebanyak empat hektare.

    "Tahun ini kita siap untuk 30 ribu hektare dan kami sudah siap dengan jenis bibit padi yang akan kita pakai di sana. Tidak coba-coba lagi, kami yakinkan sudah tervalidasi," ucap Syahrul.

    Pada tahap pertama, Kementan menyediakan anggaran sekitar Rp180 miliar khusus untuk memaksimalkan pengelolaan  tanam dan pascapanen. Sementara untuk keseluruhan lahan, setidaknya diperlukan Rp2,1 triliun yang pengerjaannya bertahap hingga 2022.

    "Intinya kami siap budidaya sampai selesai, food estate itu intervensi teknologi, penggilingan padi. Kita berharap tidak jual gabah tapi processing dan mudah-mudahan suatu saat menjadi industri," ungkapnya.

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id