Fase Sulit, UMKM Diminta Beralih ke Pemasaran Online

    Ilham wibowo - 20 Mei 2020 13:40 WIB
    Fase Sulit, UMKM Diminta Beralih ke Pemasaran <i>Online</i>
    Ilustrasi UMKM. Dok. MI
    Jakarta: Transformasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dari offline ke online perlu terus diperluas menghadapi fase pemulihan ekonomi Indonesia yang terdampak pandemi covid-19. Permintaan pasar domestik yang tetap besar perlu direspons dengan beragam inovasi penjualan.

    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan pandemi covid-19 telah memukul sisi produktivitas dan daya serap masyarakat yang terkendala kepatuhan dalam implementasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Meski demikian, pertumbuhan positif masih bisa diraih bagi mereka yang telah memanfaatkan penjualan online terutama dalam kondisi new normal.

    "Sejak pandemi covid-19 masyarakat diminta stay at home, beribadah di rumah dan mengubah perilaku ekonomi yang tadinya belanja offline ke online. Sisi positif perlu kita ambil karena dengan pemasaran online ini banyak manfaatnya," kata Teten saat meluncurkan KUMKM Hub bersama Blibli.com, di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2020.

    Beragam keuntungan, kata Teten, bisa diraih pelaku UMKM saat bergabung dengan pemasaran online di platform marketplace. Selain manfaat sisi finansial bagi penjual, pembeli pun mendapatkan efisiensi dengan bisa menghemat anggaran 11-12 persen dibandingkan transaksi offline.

    "Kemudian lapangan kerja dan kesetaraan sosial yang meningkat, laki-laki maupun perempuan punya kesempatan bisnis yang sama untuk market skala nasional dan juga dilihat pembeli dari luar negeri, itu sangat positif untuk dilihat UMKM," ungkapnya.

    Teten mengakui, jumlah UMKM yang telah beralih ke pemasaran online jumlahnya baru 13 persen atau delapan juta dari total keseluruhan sekitar 64 juta UMKM. Menurut Teten, UMKM yang telah memanfaatkan ekosistem digital dan mampu beradaptasi pun mengalami peningkatan transaksi selama covid-19 seperti sektor makanan minuman.

    "Saya mendengar analisa, ke depan perilaku konsumen berubah seperti WFH menjadi model kerja baru sehingga konsumen yang senang belanja di online ini harus betul-betul melakukan inovasi dan adaptasi dalam perubahan ini. Kami merasa penting mendorong UMKM  masuk ke ekosistem digital," ungkapnya.

    CEO Blibli Kusumo Martanto mengatakan pandemi covid-19 perlu disikapi pelaku UMKM dengan beradaptasi dan berinovasi dengan menciptakan kreativitas produk baru yang paling diinginkan konsumen. Beragam kemudahan dan dorongan untuk bisa bertahan dan bertumbuh telah diberikan Pemerintah berkolaborasi dengan platform marketplace.

    "Kita tidak bisa kontrol situasi yang ada tapi bisa kontrol jalan kita untuk terus maju, kami juga merasa ini momentum tepat," ujarnya.

    Menurutnya, program kolaborasi terbaru Blibli.com bersama Kemenkop UKM yakni KUMN Hub bisa dimanfaatkan masyarakat untuk menangkap peluang bisnis di era new normal. Setelah pandemi berakhir pun diharapkan prospek kinerja penjualan semakin tumbuh pesat hingga naik kelas.

    "Covid-19 ini meski wabah kita perlu sikapi positif. Kerja sama ini untuk Indonesia semuanya, kita tidak boleh merasa susah ini itu," tuturnya.

    Kusumo menambahkan bahwa jumlah UMKM yang bergabung di pemasaran online perlu diimbangi dengan kualitas produk dan konsisten dalam memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen. Terlebih, persaingan usaha dengan sesama UMKM di produk sejenis juga jadi tantangan yang perlu diperhatikan.

    "Harus bisa survive selama pandemi karena sosial ekonomi Indonesia ini banyak yang bergantung pada UMKM. Setelah pandemi selesai bisnis ini harus maju, yang dulu start di sektor mikro bisa naik ke kelas kecil naik, ke menengah dan naik kelas lagi ke perusahaan besar, semua kami berikan support agar bisa recovery cepat," ucapnya. 



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id