Sejumlah Nama Disoroti Jelang Perombakan Manajemen Pupuk Indonesia

    Medcom - 22 Juli 2020 08:27 WIB
    Sejumlah Nama Disoroti Jelang Perombakan Manajemen Pupuk Indonesia
    Ilustrasi. Foto: MI/Safir Makki
    Jakarta: Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menyoroti tiga nama jelang berakhirnya masa kepemimpinan jajaran direksi dan komisaris holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pupuk Indonesia. Pasalnya, ketiganya disebut-sebut sebagai kandidat direktur utama.

    Ketiganya adalah Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat, Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi, dan Direktur Utama Pupuk Kaltim Bakir Pasaman. Mereka menjadi perhatian karena saat ini tengah berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Ketiganya tengah diperiksa terkait pengembangan kasus yang menjerat mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bowo Sidik Pangarso.

    Bakir Pasaman seharusnya diperiksa KPK, Senin, 20 Juli 2020. Namun, ia mangkir dari panggilan sebagai saksi dalam kasus suap bidang pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (PT HTK).

    Sedangkan Rahmad Pribadi pernah diperiksa KPK pada November 2019. Selain itu, Aas Asikin Idat diperiksa oleh komisi antirasuah pada 23 Januari 2020.

    Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengatakan direktur utama holding BUMN Pupuk Indonesia harus diisi orang-orang yang bersih dari dugaan penyalahgunaan wewenang.

    "Pernah diperiksa KPK, meski jadi saksi, patut diragukan. Dan mestinya cari orang lain yang tidak kena masalah," kata Boyamin, melalui keterangan tertulis, Selasa, 21 Juli 2020 malam.

    Boyamin mengatakan KPK juga harus mengembangkan penyidikannya kepada pihak-pihak yang terlibat dan menuntaskan seluruh perkara Bowo Sidik ini. Dengan demikian, tidak ada lagi pejabat BUMN yang status hukumnya digantung dan kemudian muncul kesempatan menduduki jabatan penting, padahal dia bermasalah.

    "Jika perlu, holding BUMN bisa mengambil orang-orang yang profesional dari eksternal, yang penting rekam jejaknya terbukti dan bersih," jelas dia.

    Hal senada juga diungkapkan oleh Anggota Komisi VI DPR RI Nasril Bahar. Ia meminta pemerintah memilih calon direksi BUMN yang bersih dari catatan hukum.

    "Indikator yang disampaikan cukup jelas, Menteri (BUMN) perlu bersih-bersih. Tentunya dengan ketegasan ini Pupuk Indonesia akan clear di mata penegak hukum," kata Nasril.

    Menurut Nasril, Kementerian BUMN sebagai pemegang saham diharapkan tidak terpengaruh "bisikan" sponsor atau pihak berkepentingan lainnya dalam rapat umum pemegang saham (RUPS). Selain itu, ia juga menekankan calon direksi BUMN harus memenuhi penilaian terkait rencana program kerjanya.

    "Harus memiliki track record dan juga dapat menjiwai keinginan visi dan misi dari presiden," tutur Nasril.

    Sebagai mitra kerja Kementerian BUMN di DPR, Nasir mengharapkan pimpinan BUMN, termasuk direksi holding BUMN Pupuk Indonesia, mempunyai visi bisnis masa depan. Sehingga, tidak mengecewakan dan memberikan kontribusi besar dalam memenuhi target yang ditetapkan RUPS.

    Baca: Erick Pastikan Rombak Jajaran Direksi-Komisaris Pupuk Indonesia

    Menteri BUMN Erick Thohir memastikan akan merombak jajaran direksi dan komisaris PT Pupuk Indonesia (Persero), meski akan menuai kontroversi. Sebab, Pupuk Indonesia merupakan perusahaan strategis yang menyalurkan subsidi.

    "Kita lihat perubahan komisaris dan direksi Pupuk (Indonesia). Pasti juga seru kayak di perkebunan pokoknya, apa yang kita lakukan pasti dikecam. Enggak apa-apa kita jalan terus yang penting lillahi ta'ala, kita kerja benar kok," kata Erick dalam webinar, Kamis, 2 Juli 2020 malam.

    Erick mengaku akan membuat terobosan untuk Pupuk Indonesia ke depan. Namun, ia enggan membeberkan detail dari rencana tersebut.

    "Saya enggak bisa cerita panjang, serulah. Tapi salah satunya kita mau coba perubahan," tutur dia.

    (UWA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id