Pembangunan Infastruktur Transportasi Udara Dukung Destinasi Pariwisata

    Yurike Budiman - 15 Agustus 2020 06:05 WIB
    Pembangunan Infastruktur Transportasi Udara Dukung Destinasi Pariwisata
    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan dalam webinar Kementerian Perhubungan bertajuk Transportasi untuk Merajut Keberagaman. Medcom.id/Yurike Budiman
    Jakarta: Pemerintah tetap akan melanjutkan pembangunan infrastruktur transportasi udara di tengah pandemi virus korona (covid-19). Pasalnya, pembangunan infrastruktur ini dapat mendukung destinasi pariwisata.

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan infrastruktur transportasi udara mempermudah akses ke kawasan wisata dan mendongkrak lapangan kerja baru. Hal ini memberi nilai tambah bagi perekonomian rakyat.

    "Dari 10 destinasi wisata prioritas, lima di antaranya super prioritas yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang Manado, pembangunannya harus selesai di tahun ini. Pembangunan harus dilakukan agar turis mau datang kembali," kata Luhut dalam webinar Kementerian Perhubungan, Jumat, 14 Agustus 2020.

    Menurut Luhut, turis sangat berkontribusi dalam peningkatan ekonomi di Indonesia. Terutama saat mengunjungi tempat wisata. Sehingga, pembangunan infrastruktur transportasi harus tetap berjalan.

    "Sekarang kami tetap mengejar infrastruktur seluruhnya, misal Solo-Jogja, Banyuwangi, dan selatan itu semua akan tersambung," kata Luhut.

    Dia menargetkan 10 destinasi pariwisata tersebut siap menarik wisatawan dari dalam dan luar negeri pada akhir 2020. "Dari 10, lima ini kita tuntasin betul sampai akhir tahun. Sehingga sampai akhir tahun nanti kita harapkan Danau Toba, Banyuwangi, Borobudur, Mandalika, NTT, Labuan Bajo, kemudian Manado itu bisa bagus," ujar Luhut.

    Baca: Erick Thohir: 2021 BUMN Fokus ke Infrastruktur dan Pariwisata

    Menurut Luhut, keberhasilan sektor transportasi udara secara makro diukur dari sumbangan Produk Domestik Bruto (PDB). Kemampuan meredam laju inflasi melalui kelancaran distribusi barang dan jasa ke seluruh pelosok Tanah Air juga menjadi patokan.

    Sementara itu, keberhasilan pada aspek mikro diukur dari kapasitas yang tersedia, kualitas pelayanan, keselamatan, aksesbilitas, keterjangkauan daya beli masyarakat, dan utilisasi.

    (AZF)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id