Pandemi Covid-19 Hantam Bisnis Restoran

    Ilham wibowo - 22 Juni 2020 19:19 WIB
     Pandemi Covid-19 Hantam Bisnis Restoran
    Pandemi Covid-19. Foto : Medcom.id.
    Jakarta: Peluang untung sektor bisnis restoran maupun makanan cepat saji semakin melemah seiring daya beli masyarakat yang mengecil akibat pandemi covid-19. Unit usaha mesti ditutup lebih lama bahkan permanen lantaran beban pengeluaran yang tak seimbang dengan omzet.

    Wakil Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Sudradjat pandemi covid-19 telah mengubah kebiasaan masyarakat yang lebih banyak memanfaatkan waktu luang untuk tidak pergi ke tempat ramai seperti restoran. Selain berhemat, kebutuhan pangan juga dimaksimalkan dengan membuat sendiri atau membeli di penjual terdekat dengan rumah.

    "Faktor daya beli, ini sangat menurun dan melebar luas di seluruh masyarakat Indonesia akibat pendapatan yang berkurang, sehingga untuk belanja makanan di restoran ikut menurun juga," kata Sudradjat kepada Medcom.id, Senin, 22 Juni 2020.

    Menurut Sudradjat, potensi keuntungan yang hilang sangat besar bagi usaha restoran akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran pandemi covid-19. Penilaian ini sejalan dengan data Bappenas yang menyebutkan bahwa Indonesia kehilangan daya beli mencapai Rp362 triliun.

    "Beban semua pengusaha berat meskipun ada beberapa yang memperoleh benefit tetapi secara persentase relatif lebih kecil, restoran khususnya yang di mal sampai akhir tahun kelihatannya akan berat," ungkapnya.

    Sejauh ini, pelaku usaha restoran hanya bisa menjaga aset agar tetap eksis hingga pemulihan ekonomi kembali ke posisi normal. Meski begitu, tidak jarang pula perusahaan yang mengubah strategi bisnis dengan menutup gerai permanen seperti rencana Lotteria.

    "Tutupnya Lotteria itu sudah menjadi bagian daripada implikasi pandemi covid-19, kemudian kompetisi karena masyarakat sekarang sudah tidak mau atau kurangi berkunjung ke mal mal. Daripada menahan beban berat berkepanjangan akhirnya mereka (perusahaan) memutuskan memilih untuk tutup," ujar Founder Breso Resto & Coffee ini.

    Sudradjat pesimistis pelonggaran PSBB di pusat perbelanjaan akan membantu bisnis restoran kembali untung. Selain beban pengeluaran yang masih berat lantaran kewajiban menerapkan protokol kesehatan, kehadiran pengunjung juga dibatasi hanya 50 persen.

    "Kapasitas restoran yang tidak boleh penuh ini tentu omzet kita akan turun jauh. Sedangkan sewa tenant di mal tentunya cukup tinggi dan kita juga sebagai pengusaha restoran meningkatkan biaya untuk mengikuti protokol kesehatan misalnya harus ada face shield, hand sanitizer, dan masker," ujarnya.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id