Buruh Minta Pemerintah Berjuang Setop PHK

    Media Indonesia - 06 April 2020 16:09 WIB
    Buruh Minta Pemerintah Berjuang Setop PHK
    Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.
    Jakarta: Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan Indonesia saat ini sedang darurat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Data Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta menunjukkan 162.416 pekerja telah melapor di-PHK dan dirumahkan.

    "Kekhawatiran KSPI terkait adanya PHK besar-besaran terbukti. Terdapat 162.416 pekerja telah melapor di-PHK dan dirumahkan. Rinciannya, 30.137 pekerja dari 3.348 perusahaan di-PHK, sementara 132.279 pekerja dari 14.697 perusahaan dirumahkan tanpa upah," jelas Said melalui rilis yang yang diterima Media Indonesia, Senin, 6 April 2020.

    Atas dasar situasi yang merugikan ini, Said menekankan jika tidak ada upaya sungguh-sungguh dari pemerintah untuk mencegah PHK, situasi ini akan merembet pada sejumlah industri. Ia memprediksi dalam dua bulan ke depan industri otomotif, komponen otomotif, komponen elektronik, tekstil, garmen, dan sepatu juga bakal melakukan efisiensi dengan mengurangi pekerja.

    "Bisa saja di DKI akan ada penambahan jumlahnya pekerja yang di-PHK dari perusahaan garmen dan tekstil yang ada di wilayah Pulogadung, Cakung, Cilincing, hingga Marunda. Apalagi juga ada kabar, di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, saat ini sudah ribuan buruh ter-PHK,” paparnya.

    Dalam upaya mengatasi ini, KSPI menyarankan pemerintah dan juga perusahaan untuk melakukan beberapa hal. Pertama, saat ini dinilai waktu yang tepat untuk menurunkan biaya produksi dari perusahaan swasta yang bersangkutan, dengan meliburkan buruh dengan tetap membayar upah penuh. Namun, agar produksi bisa tetap berjalan, karyawan bisa libur secara bergilir sehingga ada penghematan listrik, cattering, dan sebagainya.

    Selain itu, dengan memberi bantuan secara tunai kepada buruh, pengemudi transportasi online, dan masyarakat kecil yang lain. Ini seperti yang dilakukan di Inggris. Di sisi lain, kebijakan ini akan membantu dunia usaha, karena sebagian dari upah pekerja disubsidi oleh pemerintah.

    "Juga Pemerintah perlu mendesak BPJS Ketenagakerjaan untuk mengeluarkan dana cadangan dari bunga deposito dana peserta dan dana JKK untuk membantu para buruh yang terdampak,” imbuhnya.

    Selanjutnya, menurut Said dengan menurunkan harga BBM premium bisa membuat masyarakat menengah ke bawah termasuk para buruh meningkat daya belinya. Termasuk berkaitan dengan harga gas industri segera diturunkan, agar ongkos produksi pabrik bisa turun.

    Sementara itu, dari tataran industri dan pengusaha, memberikan insentif kepada industri pariwisata, ritel, dan industri lain yang terdampak, agar mereka bisa bertahan di tengah-tengah pandemi covid-19.

    Misalnya dengan menghapus bunga pinjaman bank bagi pengusaha di sektor pariwisata atau menghapus pajak pariwisata, memberikan kelonggaran cicilan hutang untuk menunda selama setahun tidak membayar cicilan.

    Selanjutnya, jika masalahnya adalah bahan baku yang tidak tersedia karena negara pemasok melakukan lockdown karena pandemi korona, pemerintah segera membuat regulasi berupa kemudahan impor bahan baku (sepanjang bahan baku tersebut tidak tersedia di Indonesia), khususnya untuk industri padat karya.

    Misalnya dengan menerapkan bea masuk impor nol rupiah dan tidak ada beban biaya apapun kepada barang impor. Karena bisa jadi, dalam situasi sulit ini, industri akan mencari bahan baku dari negara yang belum terkena korona.

    "Pemerintah juga perlu mengendalikan kebijakan fiskal dan moneter agar nilai tukar rupiah tidak semakin melemah dan indeks saham gabungan tidak anjlok," pungkas dia. (Hilda Julaika)

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id