Cucu Usaha Garuda Terbentuk saat Ari Askhara Menjabat

    Annisa ayu artanti - 03 April 2020 20:01 WIB
    Cucu Usaha Garuda Terbentuk saat Ari Askhara Menjabat
    Mantan Dirut Garuda I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Ashkara - - Foto: Medcom/ Annisa Ayu
    Jakarta: PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) akan membubarkan enam cucu usaha demi menciptakan efisiensi dan mengurangi beban usaha perseroan. Keenam perusahaan itu kurang populer meski masuk dalam silsilah keluarga GIAA.

    Rupanya cucu-cucu usaha tersebut terbentuk saat Ari Askhara menduduki kursi pimpinan tertinggi. Ia ditunjuk sebagai direktur utama Garuda Indonesia pada 12 September 2018 lalu.

    Selang satu tahun, Ari malah terjerat kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton. Ia kemudian dicopot dan digantikan oleh Irfan Setiaputra.

    Medcom.id mencoba menelusuri cucu usaha Garuda Indonesia tersebut, pada Jumat, 3 April 2020. Penelusuran cucu usaha pertama, PT Rilis Arah Pratama Indonesia (RAPI) merupakan cucu yang dibentuk pada Oktober 2019 lalu.

    Saham RAPI merupakan gabungan dari saham CItilink dan GMF yang diproyeksikan menangani bisnis handling pesawat. Namun, serikat anak usahanya, PT Garuda Angkasa menentang bisnis RAPI karena dinilai mengancam keuangan perusahaan.

    Kedua, PT Garuda Tauberes Indonesia (GTI) mencuat ke publik karena Menteri BUMN Erick Thohir tertawa dengan mendengar nama perusahaan itu.

    Garuda Tauberes didirikan pada 2019. Lini bisnis yang dijalankan perusahaan adalah pelayanan pengiriman produk, pengiriman paket, kargo udara, serta belanja online.

    Ketiga, PT Garuda Indonesia Air Charter (GIAC) terbentuk pada September 2019 dengan modal dasar Rp20 miliar serta modal disetor Rp5 miliar. GIAC diproyeksikan menjalankan bisnisnya di lini pengangkutan, pergudangan, dan aktivitas penyewaan pengangkutan.

    Keempat, PT Garuda Ilmu Terapan Cakrawala (GITC). Perusahaan ini dibentuk pada September 2019 dengan komposisi saham 80 persen milik PT Citilink Indonesia dan 20 persen milik PT GMF Aeroasia Tbk (GMF).

    GITC ini didirikan untuk menunjang ekspansi bisinis Citilink dalam bidang pendidikan dan pengembangan kualitas SDM. GITC diproyeksi dapat menyediakan fasilitas SDM bagi kegiatan operasional di lingkungan Garuda Indonesia Group seperti pilot, awak kabin, engineer dan pegawai darat.

    Kelima, PT Garuda Energi Logistik dan Komersial (GELK). Berdasarkan informasi dari situs resmi Gelk.co.id lini usaha perusahaan sebagai penyedia material dan suku cadang pesawat terbang, memberikan pelayanan distribusi bahan bakar, sebagai pengumpul distribusi daur ulang limbah, serta membangun pembangkit listrik dengan sumber energi ramah lingkungan yang efisien. GELK merupakan perusahaan yang dibentuk oleh GMF AeroAsia pada Februari 2019.

    Terakhir, PT Indo Suplai Total Solusi (ISTS). Sayangnya, Medcom.id tidak menemukan jejak digital perusahaan tersebut. Berdasarkan mesin pencarian Google Search tidak ada informasi mengenai ISTS.
     



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id