Kebijakan Pemulihan Ekonomi Harus Terapkan Protokol Kesehatan

    Husen Miftahudin - 09 Juli 2020 13:06 WIB
    Kebijakan Pemulihan Ekonomi Harus Terapkan Protokol Kesehatan
    Ilustrasi. Foto : Medcom.id.
    Jakarta: Ketua Umum Perempuan Jenggala Vicky Kartiwa mendorong pemerintah untuk tegas menerapkan protokol kesehatan yang ketat di tengah upaya pemulihan ekonomi nasional. Rancangan berbagai opsi kebijakan strategis yang dapat menjalankan roda perekonomian harus berjalan beriringan dengan penerapan kesehatan.

    "Dunia usaha harus terus hidup dengan membuat pola baru pada era new normal (kenormalan baru). Catatannya, tetap mengikuti protokoler kesehatan," tegas Vicky dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Kamis, 9 Juli 2020.

    Senada, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani mengatakan ekonomi dan kesehatan harus berjalan beriringan. Jika hanya berat dari sisi kesehatan, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) akan menambah pengangguran dan menjadi beban lebih berat bagi pemerintah. Begitupun sebaliknya.

    "Banyak yang dirumahkan atau yang di-PHK. Untuk mereka akan di-rehired (dipekerjakan) kembali mungkin enggak semuanya pada saat keadaan new normal ini. Itu yang perlu diperhatikan juga," jelasnya.

    Selain bangkitnya aktivitas ekonomi dan penguatan kesehatan, mantan Menteri Keuangan yang kini menjabat sebagai Komisaris Utama Bank Mandiri Chatib Basri menyebut upaya dalam mengatasi dampak covid-19 juga perlu adanya perlindungan sosial bagi masyarakat.

    Dari sektor ekonomi, dia bercerita, dalam menghadapi krisis 2008 saat kondisi ekonomi eksternal alami gejolak, pemerintah membuat stimulus yang difokuskan kepada domestik. Pemerintah menggunakan kebijakan fiskalnya untuk daya beli masyarakat dan juga memberikan potongan pajak terhadap industri.

    "Sama halnya hari ini, pemerintah dalam memulihkan ekonomi di era new normal haruslah menggunakan banyak opsi, termasuk meningkatkan penjaminan terhadap UMKM baik kecil maupun menengah," ungkap Chatib.

    Praktisi kesehatan yang juga Ketua Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Dokter Linda Lukitari menyebutkan era new normal membuat semua aktivitas berubah, terutama dalam pemeliharaan kesehatan. Namun, ia mengingatkan, jangan sampai protokol kesehatan diabaikan.

    "Masyarakat harus menanamkan kesadaran pribadi untuk menerapkan pola hidup sehat serta menjalankan protokoler kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah," tegas dia.


    Dari aspek sosial, akademisi Universitas Indonesia (UI) Imam Prasodjo mengatakan usai korona aktivitas dan kebiasaan di era new normal akan berbeda dari prakorona. Maka itu, dunia baru membutuhkan cara hidup yang baru dengan pengawasan totaliter dalam penerapan protokoler dan solidaritas. "Yang bertahan dari virus korona akan mengalami hal itu," ucap Imam.

    Oleh karena itu, Dewan Penasehat Jenggala Center Iskandar Mandji menyimpulkan sekaligus mendorong pemerintah untuk serius dalam membuat kebijakan terkait penanganan covid-19. Kebijakan pemulihan ekonomi akan optimal bila menegaskan penerapan protokol kesehatan.

    "Kita semua tahu bahwa pandemi covid-19 adalah permasalahan yang membutuhkan jalan keluar serius, pemerintah tidak boleh maju mundur dalam hal ini. Perlu penetapan kebijakan yang optimal," pungkas Iskandar.  




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id