BKPM dan Kemenkop UKM Jembatani UMKM Dapat Modal Asing

    Ilham wibowo - 17 September 2020 16:02 WIB
    BKPM dan Kemenkop UKM Jembatani UMKM Dapat Modal Asing
    Ilustrasi UMKM. Foto: Antara/Maulana Surya
    Jakarta: Kementerian Koperasi dan UKM bersama Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyepakati upaya mengakselerasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sektor ekonomi kerakyatan tersebut kini diperbolehkan mendapatkan sentuhan modal asing.

    Penandatanganan nota kesepahaman tentang sinergitas program dan kebijakan dalam rangka pengembangan UMKM dan Koperasi dilakukan langsung oleh Menkop UKM Teten Masduki dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia secara daring. Keduanya segera menyajikan data dan informasi terkait profil pelaku UMKM serta koperasi yang potensial untuk dapat bermitra dengan investor.

    "Langkah ini sebagai landasan bagi para pihak untuk mensinergikan program dan kebijakan dalam rangka peningkatan kerjasama kemitraan antara penanam modal, baik penanam modal asing maupun penanam modal dalam negeri skala besar dengan pelaku UMKM serta koperasi," kata Teten, Kamis, 17 September 2020.

    Dalam nota kesepahaman ini mengatur kegiatan fasilitasi kemitraan antara Penanam Modal Asing (PMA) dan Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) skala besar dengan pelaku UMKM. Fasilitasi tersebut mencakup kegiatan matchmaking seperti penyelenggaraan seminar, market sounding, forum bisnis, atau melalui kunjungan misi/delegasi instansi pemerintah negara, perusahaan asing maupun UMKM.

    "Kami ingin UMKM punya akses pembiayaan, perbankan pasar modal dan modal ventura," ujar Teten.

    Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa investasi untuk UMKM potensial sangat bisa dimaksimalisasi agar sektor ini tetap bisa menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam kerja sama ini, Pemerintah memberikan ruang kepada UMKM untuk lebih berperan banyak dengan memanfaatkan kemudahan perizinan.  

    Menurut Bahlil, key performance indicator (KPI) BKPM juta telah mewajibkan investasi besar dari dalam maupun luar negeri menggandeng UMKM. Kehadiran akses permodalan diyakini bisa memberi kesempatan mengembangkan entrepreneurship melalui UMKM.

    "Sekarang, setiap investor yang masuk ke Indonesia wajib hukumnya melakukan kemitraan dengan pengusaha nasional atau UMKM lokal setempat. Tidak bisa ditawar lagi itu,” ungkap Bahlil. 

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id