Kemendag Upayakan Ekspor Produk Tumbuh Positif saat Pandemi

    Antara - 23 September 2020 08:46 WIB
    Kemendag Upayakan Ekspor Produk Tumbuh Positif saat Pandemi
    Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. FOTO: Medcom.id/Desi Angriani
    Jakarta: Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan kebijakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk jangka pendek adalah fokus mengupayakan pengembangan ekspor produk yang memiliki tingkat pertumbuhan positif di masa pandemi covid-19. Harapannya bisa mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

    "Misalnya, berupa makanan dan minuman olahan serta alat-alat kesehatan," ujar Agus, dikutip dari Antara, Rabu, 23 September 2020.

    Sementara kebijakan untuk jangka menengah, Kemendag akan mempertahankan produk-produk yang memiliki market power, kemudian meningkatkan pangsa pasar produk potensial, serta memulihkan produk yang kehilangan pangsa pasar.

    Secara umum, Agus mengungkapkan, komoditas barang kebutuhan pokok yang dapat menyumbang deflasi antara lain daging ayam ras, bawang merah, dan lainnya. Sedangkan komoditas yang menyumbang inflasi hanya minyak goreng, dengan andil 0,01 persen.

    Ia menambahkan, Kemendag akan terus berikhtiar agar ekspor Indonesia dapat terus meningkat serta terciptanya lapangan kerja dan kestabilan harga bahan pokok di dalam negeri. Adapun rencana dalam satu tahun ke depan, kata Agus, Kemendag akan mulai pendekatan pada pasar-pasar di negara lain yang mulai pulih.

    "Kami akan fokus pada pasar yang pulih atau mulai putih seperti Australia dan Selandia Baru, Inggris, Uni Emirat Arab, dan kawasan Afrika," kata Agus.

    Sementara itu, Ketua Komite II DPD RI Yorrys Raweyai menilai pemerintah perlu melindungi dunia usaha dan konsumen rumah tangga yang berperan menggerakkan roda perekonomian di tengah pandemi covid-19.

    Menurut Yorrys, sektor perdagangan Indonesia sebetulnya masih dapat ditopang melalui konsumsi rumah tangga, tapi sayangnya konsumsi rumah tangga mengalami penurunan hingga minus 6,51 persen pada triwulan II-2020.

    "Maka diperlukan kebijakan pemerintah dari sisi suplai dan permintaan untuk menunjang kembali konsumsi rumah tangga,” kata Yorrys.

    Terlebih, menurut Yorrys, telah terjadi pertumbuhan negatif untuk sektor perdagangan yang disebabkan oleh kemandekan ekspor barang dan jasa pada titik minus 12,81 persen dan kontraksi impor hingga minus 14,16 persen.

    "Keadaan itu juga diperburuk dengan sebagian besar mitra dagang Indonesia yang mengalami kontraksi perekonomian,” pungkas Yorrys.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id