PGN Kebut Penyelesaian Pembangunan Jargas APBN 2020

    Suci Sedya Utami - 11 November 2020 20:10 WIB
    PGN Kebut Penyelesaian Pembangunan Jargas APBN 2020
    Jaringan Gas PGN. Foto : PGN.
    Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) tengah mengejar penyelesaian penugasan pemerintah berupa pembangunan jaringan gas (jargas) rumah tangga dengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020.

    Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Redy Ferryanto mengatakan secara keseluruhan per Oktober 2020, realisasi aktual pembangunan jargas di 23 kabupaten dan kota telah mencapai sekitar 11.646 sambungan rumah tangga (SR) atau 90 persen dari target 127.384 SR.

    "Progres pembangunan jargas yang positif ini dapat terlaksana berkat berbagai upaya kerja sama yang dilakukan PGN Group dan stakeholder pusat dan daerah agar pembangunan jargas tetap berjalan di tengah pandemi covid-19. Standard Operating Procedure (SOP) keamanan dan kesehatan selama proses konstruksi diterapkan secara ketat,” kata Redy dalam keterangan resmi, Rabu, 11 November 2020.

    Sejumlah titik pembangunan jargas  menunjukkan progres dengan pencapaian target lebih dari 90 persen seperti wilayah Aceh Utara, Dumai, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Ogan Ilir, Kota Palembang, Kota Dumai, Kota Pekanbaru, Kota Bandar Lampung, Kabupaten Serang, Kabupaten Banggai, Kabupaten Lamongan, dan Kota Mojokerto.

    “Di wilayah Kota Semarang dan Kota Blora, juga sudah dilakukan pengaliran gas secara bertahap. Melalui PT Pertagas Niaga, juga sudah dilaksanakan pengaliran gas diantaranya di Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, dan Samarinda,” imbuh Redy.

    Redy memastikan jargas yang telah terpasang telah melalui pengujian untuk memastikan aman dan bebas dari kebocoran. Progress pelaksanaan pengujian telah mencapai sekitar 84 persen dari yang terpasang.

    “Gas pipa yang disediakan PGN merupakan jenis gas metana berbobot jenis ringan, sehingga cepat dan mudah menguap, serta minim risiko kebakaran. Selain itu, gas pipa ini berasal dari kekayaan gas bumi di dalam negeri. Dari sisi makro, penggunaan gas pipa bagi konsumsi rumah tangga, tidak membebani neraca perdagangan,” ujar Redy.

    Dalam pelaksanaan pembangunan jargas ini, PGN bersinergi dengan Holding Pertamina agar pemenuhan kebutuhan untuk pembangunan infrastruktur dan layanan dapat terpenuhi dengan baik di sisi hilir maupun hulu. Termasuk dalam hal koordinasi untuk mitigasi risiko maupun kendala, mengingat jargas 2020 dibangun di tengah masa pandemi covid-19.

    Rady berharap, dengan diselesaikannya pembangunan jargas dapat diikuti oleh pengujian dan pengaliran gas supaya masyarakat dapat segera merasakan manfaat lebih gas bumi secara langsung. Khususnya di wilayah baru seperti di Aceh, Samarinda, Kutai Kartanegara, dan Penajam Paser Utara. ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo agar sumber daya alam dalam negeri harus dinikmati oleh masyarakat.

    PGN Group telah melayani lebih dari 422 ribu pelanggan aktif di 17 Provinsi di Indonesia dengan alokasi gas sekitar 6,7 BBTUD. Ke depannya, Redy berharap kehadiran PGN semakin luas hadir di berbagai wilayah agar dapat berdampak positif bagi masyarakat dan berkontribusi dalam memajukan perekonomian wilayah.

    "Kami percaya bahwa gas bumi sebagai energi yang ramah lingkungan, efisien, kompetitif dan sumbernya sangat besar di dalam negeri. Dengan demikian, sangat tepat untuk mewujudkan pemerataan energi nasional dan menggerakkan perekonomian masyarakat," tutup Redy.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id