12 Juta Masyarakat Divaksin, Luhut: Masih Jauh

    Suci Sedya Utami - 07 April 2021 13:20 WIB
    12 Juta Masyarakat Divaksin, Luhut: Masih Jauh
    Ilustrasi vaksinasi. Foto: dok MI/Susanto.



    Jakarta: Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut lebih dari 12 juta masyarakat Indonesia sudah mendapatkan vaksin covid-19. Namun, jumlah tersebut masih jauh untuk mencapai total kebutuhan vaksinasi di Tanah Air yang mencapai 181 juta.

    "Sekarang telah tersuntik 12 juta lebih orang," kata Luhut dalam CEO MGN Summit, Rabu, 7 April 2021.






    Ia mengatakan implementasi vaksinasi yang belum optimal tersebut karena Indonesia merupakan negara kepulauan sehingga sulit menjangkau semua wilayah. "Karena negara kepulauan jadi enggak bisa dibandingkan dengan negara lain," tutur Luhut.

    Selain unsur geografis, distribusi vaksin juga terhambat oleh menurunnya pasokan vaksin di dunia. Di antaranya Eropa dan Amerika Serikat (AS) yang mulai menahan ekspor vaksin mereka ke negara lain.

    Kendati demikian, pemerintah tetap berupaya untuk mendapatkan tambahan pasokan vaksin dari sumber lainnya. "Kita menunggu dari sumber lainnya," jelas Luhut.

    Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi meminta Tiongkok untuk mengirimkan vaksin covid-19 tepat waktu sebagaimana kontrak kerja sama yang telah disepakati. Saat ini muncul berbagai pembatasan dan larangan ekspor negara-negara produsen vaksin dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri mereka.
     
    "Indonesia mengharapkan agar Pemerintah RRT terus memberikan dukungan agar pengiriman vaksin yang telah menjadi komitmen yang mengikat dapat dilakukan sesuai jadwal," kata Retno.

    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap Jumat, pukul 20.05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.


     

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id