BKPM Dukung Pembangunan Pabrik Pupuk di Papua Barat

    Husen Miftahudin - 17 April 2021 15:00 WIB
    BKPM Dukung Pembangunan Pabrik Pupuk di Papua Barat
    Ilustrasi pabrik pupuk - - Foto: Medcom/ Husen Miftahudin



    Bontang: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mendukung rencana PT Pupuk Indonesia (Persero) dan anak usahanya, PT Pupuk Kaltim, untuk membangun pabrik pupuk di Bintuni, Papua Barat.
     
    Bahlil berharap dukungannya tersebut dapat membantu upaya Pupuk Indonesia dan Pupuk Kaltim melakukan ekspansi bisnis. Menurutnya, kehadiran industri pupuk di Papua Barat merupakan salah satu wujud keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
     
    "Jadi pupuk ini jangan dianggap main-main. Nilainya bukan hanya bisnis, tapi nilai pengabdian, nilai pemerataan. Nilainya adalah kebersamaan. Apalagi kebutuhan pupuk nasional masih di atas kapasitas produksi nasional," ujar Bahlil dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 16 April 2021. 
     
    Bahlil  menekankan bahwa BKPM akan membantu penuh Pupuk Kaltim dalam mengurus izin-izin yang diperlukan, termasuk insentif fiskal berupa tax holiday dan tax allowance. Ini ditujukan agar proyek perluasan tersebut berjalan dengan baik.
     
    "Saya janji sama Pak Dirut, urusan ekspansi nanti, izinnya semua diurus di BKPM. Pemerintah dan BUMN atau perusahaan harus kolaborasi. Karena kalau menahan izin, itu berarti menahan penciptaan lapangan pekerjaan, menahan sumber pendapatan negara, sama juga menahan pertumbuhan ekonomi nasional. Bahkan menahan perbaikan peringkat kemudahan berusaha kita di mata dunia internasional," ucap Bahlil.
     
    Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah, khususnya BKPM. Dia bilang, proyek ini membutuhkan dukungan pemerintah, antara lain dukungan harga gas yang kompetitif dengan alokasi yang mencukupi hingga tax holiday
     
    Adapun proyek pengembangan di Papua Barat ini adalah proyek pendirian pabrik pupuk urea, amoniak, dan juga methanol. Ia pun menyatakan kesiapannya dalam menjalankan pengembangan kawasan di Papua Barat sebagai bagian dari upaya pengembangan perusahaan. 
     
    Lokasi proyek yang berada di Papua Barat ini merupakan salah satu kontribusi Pupuk Indonesia dalam membantu pemerintah untuk mengembangkan Kawasan Indonesia Timur. 
     
    "Selain itu, saat ini kami juga tengah memulai proyek pabrik amoniak-urea Pusri 3B di Palembang, yang kami harapkan beroperasi pada 2024," tambah Bakir.
     
    Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi menegaskan pihaknya siap menjadi pelaksana proyek di Papua Barat. Pupuk Kaltim akan terus melakukan koordinasi dengan Pupuk Indonesia untuk mencari format yang paling pas dalam mengembangkan pabrik di Bintuni.
     
    "Kami berharap dukungan, sehingga program investasi yang sudah direncanakan ini dapat terlaksana," tutup Rahmad.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id