6 Eksportir Teken Virtual Kontrak Ekspor Batu Bara Rp20,6 Triliun ke Tiongkok

    Ade Hapsari Lestarini - 01 Desember 2020 15:43 WIB
    6 Eksportir Teken Virtual Kontrak Ekspor Batu Bara Rp20,6 Triliun ke Tiongkok
    Ilustrasi pertambangan batu bara. Foto: dok MMS Group Indonesia/MMSGI.
    Jakarta: Tiongkok menyetujui pembelian batu bara Indonesia sebesar USD1,46 miliar atau setara Rp20,6 triliun. Hal itu tertuang dalam perjanjian kerja sama antara Asosiasi Pertambangan Batu bara Indonesia (APBI-ICMA) dengan CCTDA (China Coal Transportation and Distribution).

    PT Multi Harapan Utama (MHU) anak usaha perusahaan perdagangan batu bara Indonesia MMS Group Indonesia (MMSGI), menjadi salah satu dari enam eksportir utama batu bara ke Tiongkok. Keikutsertaan ini merupakan bagian dari kerja sama APBI dan CCTDA yang difasilitasi oleh pemerintah untuk meningkatkan ekspor batu bara Indonesia ke Tiongkok.

    Adapun kesepakatan kerja sama ini ditandatangani pada Rabu, 25 November 2020 oleh Ketua Umum APBI Pandu Patria Sjahrir dan Perwakilan CCTDA Liang Jia Kun. Kedua pihak sepakat untuk menandatangani kontrak pembelian batu bara 2021 dan berkomitmen untuk melaksanakan isi kontrak tersebut.

    Penandatanganan MoU secara virtual tersebut dilakukan bersama dengan enam perusahaan batu bara Indonesia seperti MMSGI, Adaro, Bukit Asam, Banpu, Noble, dan ITOCHU. Dalam kesempatan ini MMSGI diwakilkan oleh Director Marketing Trading and Logistics MMSGI Edmund Tan.

    Baca: Tiongkok Beli Batu Bara Indonesia Senilai USD1,5 Miliar

    Penandatanganan tersebut juga disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia Luhut Binsar Panjaitan, perwakilan dari Kedutaan Tiongkok, serta Duta Besar Berkuasa Penuh Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun.

    APBI mengungkapkan bahwa Tiongkok akan membeli batu bara termal Indonesia senilai USS1,467 miliar. Serta diharapkan akan ada peningkatan ekspor batu bara ke Tiongkok sebesar 200 juta ton di 2021.

    "Melalui MHU, sebagai kontraktor yang ditunjuk oleh Pemerintah Republik Indonesia untuk melakukan kegiatan pertambangan (eksplorasi dan operasi produksi) batu bara, MMSGI berupaya memperkuat pasar batu bara Indonesia di Tiongkok di tahun mendatang. Penandatanganan MoU memberikan kepastian dalam upaya serta strategi kami agar dapat menjadi eksportir batu bara terbesar di Indonesia," jelas Head of Corporate Strategy and Communication MMSGI Adri Martowardojo, dalam keterangan resminya, Selasa, 1 Desember 2020.

    Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan sebagai salah satu bentuk kelanjutan dari Pertemuan Bilateral Pemerintah Indonesia yang dilaksanakan di Yunnan, Tiongkok pada Oktober lalu untuk menyinergikan kebijakan di tengah pandemi covid-19.

    "Terima kasih kepada Pemerintah Indonesia dan APBI yang telah memfasilitasi hubungan baik ini, ke depan MMSGI juga akan terus mempersiapkan diri sejalan dengan arahan pemerintah, khususnya dalam melakukan hilirisasi industri tambang yang nantinya dapat memberikan nilai tambah untuk Indonesia," pungkasnya.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id