Cukai Resmi Naik, Kok Harga Rokok Masih Murah?

    Eko Nordiansyah - 05 Februari 2021 15:23 WIB
    Cukai Resmi Naik, Kok Harga Rokok Masih Murah?
    Ilustrasi harga jual eceran rokok di 2021 - - Foto: MI/ Panca Syurkani



    Jakarta: Kenaikan cukai hasil tembakau sebesar 12,5 persen pada 2021 ternyata tidak menyebabkan perubahan signifikan pada harga rokok di pasaran. Banyak perusahaan rokok yang justru menjual produknya di bawah harga pita cukai, sehingga mengurangi efektivitas kebijakan kenaikan tarif cukai tembakau.

    Ketua Yayasan Lentera Anak Lisda Sundari mengatakan masalah pengendalian tembakau khususnya prevalensi perokok di Indonesia masih jauh dari harapan. Ia menyebut belum ada kemajuan atau perkembangan yang signifikan dalam hal pengendalian tembakau.






    "Baik dari segi keterjangkauan, harga, promosi, itu masih sangat tidak terlindungi. Jadi walaupun setiap tahun katanya cukai rokok naik, tapi pada kenyataannya harga rokok tetap terjangkau. Terbukti kebijakan cukai tidak menaikkan harga rokok," kata dia dalam keterangan resminya, Jumat, 5 Februari 2021.

    Dalam PMK 198/2020, tarif cukai untuk 2021 yang mengatur harga rokok di pasar yaitu minimal 85 persen dari harga banderol yang tercantum di bungkus rokok. Penetapan tersebut tentunya perlu diiringi dengan pengawasan agar para produsen patuh terhadap ketentuan yang berlaku.

    "Jadi pertanyaan kita kembali kenapa rokok harus didiskon? Jadi ada semacam kontradiksi antara filosofi cukai dan kebijakan diskon rokok. Ini memperlihatkan ternyata pemerintah itu lebih memilih supaya orang membeli rokok murah, daripada melindungi masyarakat dari dampak rokok," ungkapnya.

    Ia menegaskan apabila pemerintah serius dalam menangani problem prevalensi perokok di Indonesia, harga rokok seharusnya sulit dijangkau. Menurutnya, kebijakan cukai tidak konsisten dengan kebijakan diskon rokok yang membuat harga rokok tetap murah.
     
    “Kalau murah, artinya yang diinginkan makin banyak rokok terjual, makin banyak cukai yang masuk, itu menandakan pemerintah makin tidak mampu mengendalikan konsumsi rokok, tidak konsisten antara kebijakan tentang cukai," jelas dia.

    Adanya kenaikan cukai rokok seharusnya bisa diikuti dengan kenaikan harga rokok di pasaran. Sayangnya dalam konteks industri rokok hal tersebut tidak serta merta berlaku. Terlebih harga rokok yang rendah akan memungkinkan untuk dijangkau masyarakat.

    "Jadi mungkin cukai rokok naik, tapi harga rokok naik tidak terlalu signifikan kenaikannya. Masyarakat punya substitusi terhadap jenis rokok yang lain," ujar Peneliti dari The Prakarsa Herni Ramdlaningrum.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id