Kinerja Tiga Menteri Cemerlang di Satu Tahun Kabinet Jokowi-Ma'ruf

    Husen Miftahudin - 22 Oktober 2020 21:11 WIB
    Kinerja Tiga Menteri Cemerlang di Satu Tahun Kabinet Jokowi-Ma'ruf
    Para Menteri Presiden Jokowi di Kabinet Indonesia Maju. Foto: MI/Ramdani
    Jakarta: Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal mengapresiasi kinerja Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto di satu tahun kepemimpinan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Agus dinilai berhasil mendongkrak kinerja perdagangan RI di tengah meluasnya dampak pandemi covid-19 di berbagai belahan dunia.

    "Neraca perdagangan Indonesia pada September 2020 surplus sebesar USD2,44 miliar. Ini sebuah prestasi. Pak Agus kerjanya bagus. No talk, action only," ujar Fithra dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2020.

    Menurut dia, surplus neraca dagang terjadi karena adanya peningkatan kinerja perdagangan. Hal ini bisa menjadi sinyal pulihnya perekonomian di tengah melambatnya ekonomi dalam negeri.

    Selain Mendag, Fithra juga mengapresiasi kinerja Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Sri Mulyani dinilai mampu merespons kebijakan fiskal dengan cepat di tengah pandemi covid-19.

    "Sri Mulyani karena cepat responsnya terhadap fiskal, stimulus, meskipun PR-nya adalah soal pencairannya. Sementara Agus Gumiwang karena mampu menjaga indeks PMI (Purchasing Managers' Index Indonesia)," ungkap dia.

    Fithra menjelaskan bahwa peningkatan surplus perdagangan yang didorong oleh surplus nonmigas terjadi bukan tiba-tiba, melainkan hasil dari kinerja menteri-menteri ekonomi Jokowi. Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia pada Januari hingga September 2020 tercatat surplus USD13,51 miliar.

    Surplus tersebut bahkan melampaui surplus neraca perdagangan pada 2017 yang hanya mencapai USD11,84 miliar. Nilai surplus pada periode ini sebelumnya merupakan tertinggi dalam lima tahun terakhir (2015-2019).

    Kemudian dari sisi ekspor yang mencapai USD14,0 miliar. Hal ini terjadi karena solidnya kenaikan indeks manajer pembelian atau PMI Indonesia. Meski sempat anjlok pada April 2020, tetapi rebound dengan solid hingga September.

    "Kenaikan secara gradual di PMI ini turut meningkatkan kinerja perdagangan. Karena kalau perdagangan ekspor itu kita sebenarnya berbicara dari industri, karena ekspor itu surplus dari industri," ucapnya.

    Adapun peningkatan kinerja ekspor Indonesia pada September 2020 sebesar tujuh persen dibandingkan bulan sebelumnya didorong oleh adanya kenaikan ekspor migas maupun nonmigas yang masing-masing mengalami kenaikan sebesar 17,4 persen (mom) dan 6,5 persen (mom).

    Perbaikan kinerja ekspor bulanan Indonesia sejak Juni hingga September 2020 sejalan dengan membaiknya kondisi perekonomian global. Sebagai contoh, Singapura yang merupakan hub perdagangan bagi Indonesia di pasar global mengalami pertumbuhan yang lebih baik di kuartal III-2020 dibandingkan kuartal sebelumnya, meskipun masih tumbuh negatif.

    "Membaiknya perekonomian global juga tercermin pada proyeksi IMF pada World Economic Outlook yang dirilis pada Oktober 2020, yang merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi global 2020 dari sebelumnya minus 4,9 persen menjadi minus 4,4 persen. Hal ini karena mulai diakhirinya karantina wilayah (lockdown) ataupun diterapkannya lockdown parsial, serta pemulihan ekonomi Tiongkok yang lebih cepat dari ekspektasi sebelumnya," tutup Fithra.  
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id