Konversi PLTD ke EBT Bisa Hasilkan Kapasitas Listrik 2 GW

    Suci Sedya Utami - 17 Januari 2021 17:49 WIB
    Konversi PLTD ke EBT Bisa Hasilkan Kapasitas Listrik 2 GW
    Ilustrasi EBT. Foto: AFP
    Jakarta: Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan kapasitas listrik yang bisa dihasilkan dalam program konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) ke EBT mencapai 2 gigawatt (GW).

    "Totalnya hampir 2 GW, cukup besar kalau kita bisa susun suatu program bersama dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)," kata Direktur Jenderal EBTKE Dadan Kusdiana di Jakarta, seperti dikutip Minggu, 17 Januari 2021.

    Konversi pembangkit diesel ini dipercaya akan mengurangi beban biaya pokok penyediaan (BPP) PLN serta menekan impor BBM solar. Selain itu, pengalihan ke pembangkit hijau akan mengurangi emisi gas rumah kaca.

    Ia mengatakan, Kementerian ESDM sebagai pemerintah pusat berperan dalam kordinasi dengan pemerintah daerah untuk penyediaan lahan proyek pembangkit EBT. Misalnya, proyek pembangkit listrik tenaga biomassa (PLTBm) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) merupakan dua contoh pembangkit EBT yang membutuhkan lahan.

    Konversi PLTD merupakan salah satu upaya untuk mendorong pengebangan EBT di Tanah Air sejalan dengan target bauran energi nasional. Pada tahap pertama, PLN akan mengkonversi PLTD di 200 lokasi dengan kapasitas 225 megawatt (MW). Nantinya di tahap kedua kapasitas yang akan dikonversi sebesar 500 MW dan tahap ketiga 1.300 MW.

    Sementara itu, Direktur Mega Proyek PLN M Ikhsan Asaad mengatakan, 200 lokasi tersebut tersebar di seluruh Indonesia di antaranya di Papua, Maluku, dan Aceh. Menurut dirinya, pemilihan 200 lokasi pada tahap awal mempertimbangkan kondisi PLTD yang telah berusia lebih dari 15 tahun. Selain itu berada di lokasi terpencil yang sulit dijangkau (isolated) oleh sistem grid serta BPP listriknya sangat tinggi.

    Pihaknya telah menginventarisasi dan melakukan survei ke lokasi-lokasi tersebut yang pada umumnya memiliki radiasi matahari yang bagus, sehingga konversinya cukup untuk dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

    Namun, ia bilang di tahap selanjutnya sumber EBT yang akan digunakan berkembang misalnya PLTBm, Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), serta Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) atau angin.

    "Jadi kita tidak hanya sebatas pada PLTS, tapi juga renewable energy lainnya," jelas Ikhsan.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id