comscore

Perlu Perbaikan Birokrasi Instrumen Terkait Dana Desa

Antara - 19 Januari 2022 16:25 WIB
Perlu Perbaikan Birokrasi Instrumen Terkait Dana Desa
Ilustrasi dana desa. Foto : MI/Usman Iskandar.
Jakarta: Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menginginkan agar terdapat pembenahan menyeluruh terkait aspek birokrasi yang menjadi bagian dari instrumen proses penggunaan Dana Desa di Tanah Air.

"Saat ini berkaitan dengan instrumen Dana Desa masih terdapat kelemahan, terutama dari segi birokrasi yang belum tersinkronisasi dengan baik antara kementerian dengan pemerintah daerah," kata Lasarus dikutip dari Antara, Rabu, 19 Januari 2022.

 



Menurut Lasarus, kelemahan yang perlu dibenahi oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim instrumen yang dinilai masih terbatas. Hal tersebut, menurut politisi Fraksi PDIP itu, berujung kepada pemanfaatan tenaga di tingkat kabupaten dalam pengelolaan Dana Desa.

"Sementara, kabupaten tidak tunduk langsung kepada Kementerian Desa. Maka, saya meminta Kementerian Desa tidak lagi mengandalkan kabupaten dalam hal pemanfaatan Dana Desa seperti yang terjadi saat-saat ini," tegasnya.

Untuk itu, ujar dia, perlu segera dicari formula solusi terbaik agar dana desa betul-betul bisa mendongkrak desa untuk tidak lagi menjadi daerah tertinggal.

Menteri Desa diyakini mempunyai kemampuan terbaik untuk melakukan pembinaan langsung secara lebih maksimal kepada seluruh jajaran kepala desa dalam hal pemanfaatan Dana Desa.

"Saya menginginkan, ke depannya dapat terlihat perubahan secara signifikan yang dilakukan Menteri Desa dalam membantu para kepala desa untuk memaksimalkan Dana Desa demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat desa. APBN 2022 diharapkan menjadi momentum adanya perubahan tersebut," paparnya.

Sebelumnya, Peneliti Muda Pusat Riset Ekonomi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Pihri Buhaerah mengatakan pemanfaatan dana desa telah berhasil menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di desa, terutama selama pandemi.

"Kenaikan angka kemiskinan dan pengangguran di desa lebih rendah dibanding yang ada di kota, ini karena adanya dana desa," kata Pihri.

Dengan demikian, Dana Desa sangat efektif dalam menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran yang lebih cepat pada sebuah desa.

BRIN mencatat total Dana Desa pada tahun 2015-2021 mencapai Rp400,1 triliun. Adapun pada 2016, jumlah desa tercatat 82.395 yang kemudian meningkat menjadi 83.381 desa.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id