comscore

Tingkatkan Kualitas Layanan Kiriman Impor, Pos Indonesia Resmikan TPS Gedung Pos Ibukota

M Rodhi Aulia - 20 Juni 2022 14:15 WIB
Tingkatkan Kualitas Layanan Kiriman Impor, Pos Indonesia Resmikan TPS Gedung Pos Ibukota
PT Pos Indonesia (Persero) meresmikan Tempat Penimbunan Sementara (TPS) Gedung Pos Ibukota (GPI) Jakarta, Senin, 20 Juni 2022 (Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)
Jakarta: PT Pos Indonesia (Persero) meresmikan Tempat Penimbunan Sementara (TPS) Gedung Pos Ibukota (GPI) Jakarta yang berlokasi di kompleks Gedung Pos Ibukota, Lapangan Banteng Utara No.1, Jakarta Pusat.

Peresmian TPS sebagai tempat masuknya dan pengecekan kiriman impor sebelum sampai ke tujuan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan sebagai upaya Pos Indonesia turut berperan meningkatkan penerimaan pajak negara.
"TPS ini minimal ada empat manfaat. Satu, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," kata Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Faizal Rochmad Djoemadi, ditemui di sela acara, Senin, 20 Juni 2022.

Sebelumnya masyarakat tidak mendapatkan informasi mengenai status mengiriman barang, tidak ada akses tracking dan tracing.

"Sekarang masyarakat tahu persis barangnya sudah ada di gudang, sudah masuk di GPI, sudah masuk di Kendal, misalkan. Sampai di mana, itu tahu persis. Mereka bisa tracing dan tracking barangnya di mana dan kurang lebih bisa memprediksi kapan akan sampai," kata Faizal.

Kedua, terkait pembayaran. Saat pengantaran barang ke alamat tujuan harus diawali pembayaran. Hal ini berbeda dengan sebelumnya.

"Kami minta bayar dulu melalui virtual account Pospay. Mereka bisa membayar pakai fintech, debit card, credit card, bisa semuanya. Bayar dulu, baru antar. Diantar bukan diambil di Kantor Pos lagi. Masyarakat duduk manis saja. Jadi untuk masyarakat setidaknya ada dua manfaat. Satu, dia tahu barangnya di mana dan kedua, memudahkan transaksi," ujar Faizal.

Tingkatkan Kualitas Layanan Kiriman Impor, Pos Indonesia Resmikan TPS Gedung Pos Ibukota
Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Faizal Rochmad Djoemadi (Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)

Semula terdapat 33 TPS yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Kini dilakukan perampingan atau simplifikasi jumlah TPS menjadi tujuh, yaitu TPS GPI, Surabaya, Denpasar, Batam, Jakarta Soekarno-Hatta, Jakarta Tanjung Priuk, dan TPS Sabang.

"Ketiga, alhamdulillah dengan penyerdehanaan ini ternyata mengurangi kebocoran sehingga terjadi peningkatan pendapatan negara," ucap Faizal.

"TPS GPI menjadi gateway kiriman impor yang menangani proses kiriman impor untuk hampir 80 persen produksi kiriman impor tujuan Indonesia melalui Pos Indonesia," ucap Faizal.

Faizal mengaku puas dengan upaya penyederhanaan ini. Pasalnya, tercipta efisiensi dari 33 TPS menjadi tujuh. Jumlah karyawan yang tersebar di TPS tersebut berkurang dan bisa dimaksimalkan di penempatan serta fungsi lainnya.

"Yang semula di TPS, sekarang disuruh berjualan. Nah, ini lebih bermanfaat bagi PT Pos kalau dia berjualan daripada di operasi, dan efektif bagi PT Pos. Kalau dulu, misalkan barang dikirim, diantar, dibayar, dan uangnya diterima oleh karyawan kami, enggak disetor ke negara. Ini fraud (penipuan atau tindakan curang). Mengurangi fraud dan seterusnya," kata Faizal.

Tingkatkan Kualitas Layanan Kiriman Impor, Pos Indonesia Resmikan TPS Gedung Pos Ibukota
(Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)

Manfaat terakhir adalah gedung bekas TPS bisa dimaksimalkan untuk tempat komersial. Misalnya, Pos Bloc yang kini menjadi wadah UMKM menjajakan dagangan untuk masyarakat luas, terutama kalangan muda.

"Daripada untuk operasi, lebih menarik bagi generasi muda dijadikan creative hub. Karena konsep Pos Bloc kami adalah UMKM diajak masuk, enggak bayar sewa. Mereka kita minta berjualan dan tentu kita pilih UMKM yang bagus. Hasil jualannya, transaksinya, baru di-share kepada kami," kata Faizal.

Proses simplifikasi TPS dari 33 menjadi tujuh akan rampung sepenuhnya pada akhir 2022. Simplifikasi tersebut merupakan pelaksanaan dari rekomendasi Peraturan Menteri Keuangan. 

Direktur Operasi dan Teknologi Informasi PT Pos Indonesia Hariadi menambahkan TPS GPI ini merupakan gabungan secara bertahap dari 20 lokasi TPS yang selama ini tersebar di wilayah Sumatera, Jawa (kecuali Jawa Timur), Kalimantan Barat, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

"Sampai dengan saat ini penggabungan telah selesai dilakukan untuk 14 TPS. Delapan TPS lainnya diharapkan akan segera bergabung di TPS Gedung Pos Ibukota (GPI) Jakarta dengan deadline maksimal bulan Juli 2022," kata Hariadi.

Tingkatkan Kualitas Layanan Kiriman Impor, Pos Indonesia Resmikan TPS Gedung Pos Ibukota
Direktur Operasi dan Teknologi Informasi PT Pos Indonesia Hariadi (Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)

Sejak dilakukan penggabungan proses penanganan impor ke TPS GPI, terdapat peningkatan revenue PT Pos atas pendapatan bea administrasi pelalubeaan, kontribusi pembayaran Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) secara nasional sampai dengan Mei 2022 mencapai Rp68.760.431.000, di mana kontribusi PDRI yang melalui TPS Jakarta di GPI Jakarta adalah sebesar Rp48.912.921.000. Jumlah ini meningkat jika dibandingkan pembayaran PDRI yang diterima selama satu tahun, sebesar Rp88.910.902.000.

"Pencapaian ini tentunya merupakan hasil kerja sama yang baik antara Pos dengan KPPBC Pasar Baru dalam melakukan tata kelola bisnis proses, upaya peningkatan ketaaatan terhadap regulasi, dan SOP kiriman impor,” katanya.

Ditemui di lokasi yang sama, Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Kementerian Keuangan Oza Olavia mengapresiasi simplifikasi TPS tersebut. Simplifikasi ini diharapkan akan mendorong peningkatan layanan kepada masyarakat, pemeriksaan bea cukai, dan sinergi semua pihak terkait.

"Secara negara kita juga sudah terpenuhi hak-hak keuangan negara," ujar Oza.

(ROS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id