comscore

Kepala BP Batam Teken Komitmen Pengembangan Batam dengan Nilai Investasi Rp11 Triliun

Rosa Anggreati - 25 Juni 2022 10:02 WIB
Kepala BP Batam Teken Komitmen Pengembangan Batam dengan Nilai Investasi Rp11 Triliun
Kepala BP Batam Muhammad Rudi menyebutkan total investasi kerja sama tersebut sebesar Rp6,89 triliun (Foto:Dok.BP Batam)
Batam: Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam kini memulai sejarah babak baru, ditandai dengan Serah Terima Pengelolaan dan Pengoperasian Bandara Hang Nadim Batam yang sebelumnya dikelola BP Batam melalui Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim, kini secara resmi operasional bandara diserahkan kepada PT Bandara Internasional Batam (PT BIB).  

Penandatangan serah terima dilakukan oleh Kepala BP Batam Muhammad Rudi dan Direktur Utama Pelaksana Badan Usaha Pelaksana PT BIB Pikri Ilham Kurniansyah. 
Serah terima operasional ini merupakan tindak lanjut dari penandatangan kerja sama pengelolaan Bandara Internasional Hang Nadim Batam dengan PT BIB sebagai Badan Usaha Pelaksana yang dibentuk oleh Konsorsium PT Angkasa Pura I - Incheon Internasional Airport Corporation (IIAC)-PT Wijaya Karya Tbk. ( Persero) [WIKA], selaku pemenang lelang pengadaan Badan Usaha (KPBU) Bandara Hang Nadim Batam dengan masa pengelolaan 25 tahun.

Kegiatan disaksikan langsung Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, di Lapangan Parkir Bandar Udara Hang Nadim, pada Jumat, 24 Juni 2022.

Muhammad Rudi menyebutkan total investasi kerja sama tersebut sebesar Rp6,89 triliun, meliputi: 

1. Renovasi, pembangunan Terminal 1, membangun Terminal II, serta seluruh pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur sisi darat bandara

2. Membuka jalur penerbangan domestik seluruh Indonesia

3. Membuka jalur penerbangan internasional ke Tiongkok, Korea Selatan, India, Thailand, dan perjalanan ibadah umrah/haji untuk pertama kalinya

4. Mengembangkan tujuan pariwisata kolaboratif

5. Mengembangkan pasar sebagai paradigma market dan memperkuat Batam sebagai Cargo Hub.


Pengembangan Transportasi Udara


Penempatan dan Pengalihan Pegawai BUBU Hang Nadim pada BIB pun telah dilaksanakan pada Februari lalu. PT BIB berkomitmen untuk menerima seluruh pegawai BUBU Hang Nadim tanpa syarat apapun dan bertanggung jawab atas  pengembangan sumber daya manusia.

Kepala BP Batam Muhammad Rudi dalam sambutannya melaporkan perkembangan Bandara. Pada tahun 2021 pembangunan Gedung Kargo telah dilelang sebagai proyek multiyears (MYC) dan dijadwalkan akan selesai pada Juli tahun ini. 

"Selain itu, pada tahun 2022 kami akan membangun Gedung VVIP bandara berlantai 2 dengan total luas lebih dari 2.500 meter persegi yang dijadwalkan akan selesai pada 2023,” ujarnya.

Dengan sejumlah upaya yang telah dilakukan, pria yang juga menjabat Wali Kota Batam ini menargetkan Bandara Hang Nadim dapat menjadi hub destinasi penerbangan yang lebih luas dan hub logistik, serta kargo di wilayah barat Indonesia.

Lokasi Bandara Hang Nadim Batam yang cukup strategis di regional Asia Tenggara dan berdampingan dengan pelabuhan kargo dan kawasan industri membuat bandara ini cocok untuk dijadikan pusat logistik.

Adapun masa transisi usai serah terima adalah satu minggu, atau efektif pada 1 Juli 2022.


Pengembangan Transportasi Laut


Selanjutnya dari sisi transportasi laut, BP Batam juga sedang mengembangkan Pelabuhan Batu Ampar yang difokuskan untuk meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan dan kuantitas daya tampung peti kemas dengan target hingga tahun 2025 sebesar 1,6 juta TEUs.

Perjanjian Awal antara BP Batam dengan PT Persero Batam dan Perusahaan Pengelola Aset (PPA) tentang Kerja Sama Pembangunan dan Pengoperasian Terminal Peti Kemas di Pelabuhan Batu Ampar, dilakukan oleh Kepala BP Batam bersama dengan Direktur Utama P. Persero Batam Arkham S. Torik, dan Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset PPA Persero.

HoA Bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kapasitas pelabuhan melalui penambahan alat bongkar muat di dermaga dan lapangan penumpukan, serta re-layout lapangan penumpukan. Pengembangan ini ditargetkan pada produktivitas bongkar muat mencapai 24 boks per jam dan kapasitas pelabuhan meningkat dari 630 ribu TEUs/tahun menjadi 1,2 juta TEUs/tahun.

Rencana bisnis strategis dalam kerja sama investasi alat dan pengoperasian Pelabuhan Batu Ampar adalah dengan mengadakan suprastruktur  4 unit Quay Container Crane (QCC), 20 unit Head Truck, 10 unit Rubber Tyred Gantry Crane (RTGC), dan 2 unit Reach Stacker. Infrastruktur yang akan dibangun adalah Container Yard, Gedung Kantor, Gate Terminal dan fasilitas pendukung lainnya. Nilai investasi dalam kerjasama ini sebesar Rp680 miliar dengan waktu pengadaan 12–16 bulan.

Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan apresiasi atas seluruh rangkaian kegiatan yang terlaksana pada hari. Dirinya berharap, investasi di Batam akan semakin meningkat, dan impian Batam sebagai Hub Logistik dapat segera terwujud. 

“Saya berharap investasi di Batam akan meningkat dan juga Batam sebagai Hub Logistik dapat dilaksanakan sehingga dapat mendorong perusahaan-perusahaan elektronik yang sudah ada dapat tersambung dengan supply chain di Korea dan Tiongkok," ujar Menko Airlangga.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa total investasi dari seluruh rangkain kegiatan ini adalah sebesar Rp11 triliun, dengan menyerap tenaga kerja 3 ribu orang.

“Hari ini saya didampingi oleh Kepala BP Batam Muhammad Rudi melaksanakan tiga kegiatan sekaligus yaitu seremonial serah terima operasional dan peletakan batu pertama pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim, perjanjian awal pengembangan Pelabuhan Batu Ampar, penandatanganan prasasti dan peletakan batu pertama PT Blue Steel Industries. Investasi pada kegiatan tersebut mencapai Rp11 triliun," tutur Menko.

Menurutnya hari ini menjadi bagian dari sejarah Batam, karena menjadi bagian dari perbaikan logistik dan juga perkembangan transportasi laut dan udara melalui Pelabuhan dan Bandara.


Investasi Baru di Batam


Kepala BP Batam Muhammad Rudi juga mengucap syukur karena PT Blue Steel Industries telah mananamkan modal di Kota Batam senilai total Rp3,5 triliun dalam dua tahapan.  

Hal ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Dirut PT Blue Steel Industries Benny Lau bersama Menko Airlangga, dan Kepala BP Batam.

PT Blue Steel Industries menempati Kawasan Industri Taiwan Kabil seluas 50 hektare, telah memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun dengan total produksi lebih dari satu juta ton produk baja ringan, membentuk  inovasi bata dan baja ringan yang ramah lingkungan.

(ROS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id