comscore

SKK Migas Dorong KKKS Percepat Produksi Gas Bumi

Antara - 04 Januari 2022 07:49 WIB
SKK Migas Dorong KKKS Percepat Produksi Gas Bumi
Ilustrasi. FOTO: SKK Migas
Pekanbaru: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mendorong Kontraktor Kontrak Kerja Sama atau KKKS untuk mempercepat produksi gas bumi. Hal itu penting karena diperuntukkan dalam program transisi energi.

"Kalau punya sumber gas harus betul-betul secepatnya menyiapkan untuk bisa berproduksi, ini penting," kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, dilansir dari Antara, Selasa, 4 Januari 2022.
Sepanjang 2022, pemerintah menargetkan produksi gas bumi sebanyak 5.800 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) guna memenuhi kebutuhan energi bagi masyarakat, transportasi, hingga industri.

Dwi menyampaikan bahwa industri hulu migas masih akan memegang peran strategis dalam pembangunan nasional, karena sektor migas tidak hanya sebagai sumber energi dan bahan baku industri ataupun sumber penerimaan negara, namun lokomotif penggerak perekonomian nasional dengan menciptakan efek berganda dan terus berupaya meningkatkan kapasitas nasional.

Berdasarkan perhitungan Kementerian ESDM, Indonesia memiliki cadangan gas bumi sebanyak 62,4 triliun kaki kubik dengan cadangan terbukti sebanyak 43,6 triliun kaki kubik. Alasan pemerintah menjadikan gas bumi sebagai pendukung transisi energi karena gas mudah didistribusikan dan disimpan, serta rendah emisi karbon.

Berdasarkan data The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), badan PBB untuk menilai ilmu terkait perubahan iklim, gas bumi hanya menghasilkan 469 gram karbon dioksida per kilowatt jam (kWh).

Angka emisi itu lebih rendah dibandingkan dengan batu bara yang mencapai 1.001 gram karbon dioksida per kWh dan minyak bumi sebesar 840 gram karbon dioksida per kWh. Dalam proyeksi kebutuhan energi Indonesia yang dirumuskan Dewan Energi Nasional, porsi bauran energi untuk gas alam diproyeksikan meningkatkan selama 29 tahun ke depan.

Dwi menyampaikan bahwa sikap pemerintah Indonesia adalah bagaimana mempercepat monetisasi dari cadangan-cadangan tersebut. Dia berharap lifting dapat terus meningkat agar bisa memperkuat neraca gas secara nasional dan mendukung upaya membangun ketahanan energi nasional dan mendukung pula ketersediaan sebagai bahan baku industri pengguna gas.

"Negara sangat terbuka untuk berbicara tentang keekonomian. Itu sudah dibuktikan," pungkasnya.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id