comscore

Himbara Diminta Blokir Rekening Baru Penerima Subsidi Upah, Kenapa?

Desi Angriani - 31 Desember 2021 11:48 WIB
Himbara Diminta Blokir Rekening Baru Penerima Subsidi Upah, Kenapa?
Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
Jakarta: Pemerintah meminta Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) segera memblokir rekening baru penerima subsidi upah yang belum diaktivasi. Pasalnya, rekening baru tersebut dibuat melalui skema pembukaan rekening secara kolektif (burekol) dengan batas aktivasi pada 24 Desember 2021.

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan Indah Anggoro Putri mengatakan penyaluran subsidi upah melalui skema burekol diperuntukan bagi penerima BSU 2021 yang belum memiliki rekening Bank Himbara dengan batas akhir aktivasi rekening per 24 Desember 2021, pukul 23.59 WIB.

"Kami telah menginstruksikan kepada Bank-Bank Himbara selaku bank penyalur untuk memblokir rekening baru penerima BSU yang belum melakukan aktivasi," kata Putri, melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Jumat, 31 Desember 2021.
Selain memblokir rekening baru penerima, Kemnaker menginstruksikan Bank Himbara untuk menarik kembali dana BSU dari rekening yang belum diaktivasi. "Kami juga telah meminta Bank Himbara untuk mengembalikan dana BSU pada rekening penerima BSU yang belum aktif ke RPL Penampungan, paling lambat 30 Desember 2021," jelasnya.

Sementara itu, bagi pekerja/buruh yang memenuhi syarat dan belum menerima BSU di 2021 serta memiliki rekening aktif pada Bank Himbara diminta segera melaporkan ke perusahaan guna proses pencairan sebelum 30 Desember 2021.

Adapun penyaluran bantuan subsidi upah tahun ini diberikan kepada pekerja/buruh sebesar Rp500 ribu per bulan selama dua bulan, yang diberikan sekaligus sebesar Rp1 juta. Total anggaran yang disiapkan sebesar Rp8 triliun dengan target penerima sebanyak delapan juta pekerja.

Sementara itu, pemerintah menggelontorkan anggaran BSU 2020 sebesar Rp29,4 triliun bagi 12,4 juta orang atau 413.649 perusahaan. Namun, realisasi subsidi gaji tersebut baru mencapai 98,91 persen.


(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id