comscore

PGE Buka Peluang Kerja Sama Pengembangan PLTP

Husen Miftahudin - 22 Maret 2022 20:54 WIB
PGE Buka Peluang Kerja Sama Pengembangan PLTP
Ilustrasi area kerja Pertamina Geothermal Energy. Foto: dok Pertamina.
Jakarta: Sebagai bagian dari Subholding Pertamina Power & New Renewable Energy (PNRE), Pertamina Geothermal Energy (PGE) membuka peluang kerja sama pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dengan pihak lain.

"Pengembangan PLTP untuk menyelesaikan isu-isu besar seperti pemanasan global dan dekarbonisasi diperlukan jaringan (networking) dan kemitraan," kata Direktur Utama PGE Ahmad Yuniarto dalam keterangan resminya, Selasa, 22 Maret 2022.
Menurut Ahmad, tak satu pun perusahaan yang akan mampu menghadapi persoalan-persoalan besar seperti pemanasan global dan dekarbonisasi tersebut sendirian. Sehingga, kerja sama yang saling menguntungkan kedua belah pihak dapat memberikan nilai tambah.

"Syaratnya, kemitraan strategis itu harus bisa memberikan keuntungan kepada kedua belah pihak, serta mampu menciptakan nilai tambah bagi bumi, dunia, dan masa depan yang lebih baik," tutur dia.

Dijelaskan lebih lanjut, dalam menjalankan bisnisnya, PGE terus berkomitmen untuk mendorong pengembangan panas bumi dan memastikan implementasi Environment, Social, and Governance (ESG) sebagai bagian terintegrasi dari bisnis panas bumi perusahaan.

Penerapan aspek-aspek ESG ini merupakan upaya dalam memberikan nilai tambah serta dukungan PGE pada program pemerintah terkait pemanfaatan energi baru terbarukan yang ramah lingkungan, khususnya panas bumi.

Ahmad kemudian menyebut tiga area yang bisa dilakukan untuk kerja sama, yakni Co-generation, Co-production, dan Co-development. Pembangkitan bersama bisa dilakukan melalui optimalisasi uap air panas (Steam n Brines to green power) guna melahirkan listrik ramah lingkungan (green electricity).

Selain itu, ada empat bidang yang bisa dikerjakan bersama-sama (Co-production), yaitu pemanfaatan CO2 untuk bahan bakar alternatif; ekstraksi nano material yaitu dengan pemanfaatan kandungan berharga di fluida panas bumi (rare earth element); green hidrogen sebagai bahan bakar masa depan yang ramah lingkungan; dan green metanol.

"Pengembangan bersama (Co-development) bisa dilakukan untuk membangun Geo-eco tourism, dan Geo-agro industry. Pada prinsipnya, operasi PGE harus efisien, termasuk dalam memanfaatkan waste," tegas dia.

Berdasarkan data ThinkGeoEnergy 2022, kapasitas terpasang pembangkit panas bumi di seluruh dunia mencapai 15.854 megawatt (MW). Indonesia memiliki kapasitas pembangkit sebesar 2.276 MW pada 2021, yang merupakan negara dengan kapasitas pembangkit terbesar kedua setelah Amerika Serikat sebesar 3.722 MW.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id