Gerakan Cinta Produk Dalam Negeri Bisa Jadi Strategi Pemulihan Ekonomi

    Eko Nordiansyah - 17 Maret 2021 18:15 WIB
    Gerakan Cinta Produk Dalam Negeri Bisa Jadi Strategi Pemulihan Ekonomi
    Iiustrasi. Foto: MI/Adam



    Jakarta: Pemerintah membuat kampanye cinta produk dalam negeri melalui gerakan 'Bangga Buatan Indonesia'. Program yang dilaksanakan dari berbagai kementerian/lembaga ini diharapkan menjadi salah satu strategi untuk mendukung pemulihan ekonomi.

    Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan pemerintah saat ini memerlukan satu langkah besar untuk pemulihan ekonomi dari dampak pandemi. Menurutnya, produk dalam negeri bisa menjadi salah satu langkah agar ekonomi kembali pulih.

     



    "Bagaimana kita kemudian melihat produksi dalam negeri menjadi salah satu benteng utama bagi kita," kata dia dalam diskusi 'Manifesto Cinta Produksi Dalam Negeri dalam Strategi Pemulihan Ekonomi' secara virtual di Jakarta, Rabu, 17 Maret 2021.

    Meskipun, ia menilai, Indonesia tidak bisa lepas dari posisinya sebagai negara dalam konteks perdagangan global. Namun di sisi lain, kemandirian tetap harus dijaga sehingga daya saing produk-produk dalam negeri bisa diandalkan untuk menyokong perekonomian.

    "Kita tidak mungkin mengisolasi diri kita dengan proteksionisme yang berlebihan, yang justru akhirnya membuat kita tidak kompetitif dan akhirnya juga membuat bangsa kita tidak memiliki kemampuan untuk bersaing," ungkapnya.

    "Sebaiknya sebagai bangsa kita seharusnya mampu meningkatkan daya saing kita terutama dalam konteks perdagangan global. Momentum pandemi ini sesungguhnya adalah langkah awal bagi kita semua untuk menata kembali," lanjut dia.

    Ia menambahkan, saat ini diperlukan penguatan sinergi antar pemerintah dan dunia usaha untuk mengembangkan inovasi dan daya saing produk nasional. Apalagi pemerintah menggelontorkan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 mencapai Rp699,43 triliun.

    "Dukungan UMKM juga mendapatkan porsi yang besar mencapai Rp186,8 triliun, dan insentif usaha sebesar Rp53,86 triliun. Inilah sesungguhnya sinyal dan komitmen dari pemerintah bahwa negara hadir dalam menjaga pemulihan dunia usaha melalui produktivitas nasional," pungkasnya.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id