Hipmi: Transformasi Ekonomi RI Perlu Dukungan Inovasi dan Teknologi

    Husen Miftahudin - 05 Maret 2021 13:28 WIB
    Hipmi: Transformasi Ekonomi RI Perlu Dukungan Inovasi dan Teknologi
    Ketua Umum BPP Hipmi Mardani H Maming - - Foto: Medcom/ Annisa Ayu



    Jakarta: Transformasi perekonomian nasional perlu didukung oleh penerapan teknologi dan penciptaan inovasi. Namun, peran anak bangsa harus lebih serius dalam meneliti dan mengkaji guna mendorong penciptaan teknologi dan inovasi.

    Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Mardani H Maming mengatakan dorongan penciptaan teknologi dan inovasi bisa dilakukan dengan mempererat kerja sama kemitraan antara kampus dan lembaga penelitian sebagai inovator.






    Di samping itu, upaya ini ini juga perlu didukung lembaga pemerintah di bidang riset dan teknologi, dikembangkan dunia usaha, dan dibiayai oleh lembaga pembiayaan.

    "Selama ini, tidak tercipta hubungan yang simbiosis mutualisme dari tempat bagian ini. Kampus dan lembaga penelitian seyogianya meningkatkan riset di bidang yang terkait dengan pengembangan sumber daya alam yang melimpah di Indonesia," tukas Mardani dalam Rakernas Hipmi XVII dengan tema Berinovasi Bangkitkan Ekonomi, Jumat, 5 Maret 2021.

    Kalangan dunia usaha, utamanya kalangan pengusaha muda, sebenarnya lebih terbuka dan adaptif terhadap teknologi baru. Sebab, penerapan teknologi baru juga dapat mengembangkan skala usahanya yang lambat laun akan mendorong transformasi ekonomi.

    Di sisi lain, lembaga pembiayaan baik perbankan maupun non perbankan juga perlu meningkatkan perhatian pada kalangan pengusaha muda. Terutama pelaku usaha yang berbasis pada inovasi di bidang teknologi. Hal ini juga membutuhkan dukungan pemerintah melalui Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional beserta kementerian-kementerian terkait lainnya.

    "Sekiranya kelembagaan-kelembagaan ini dapat terhubung dan bekerja sama baik, maka kita akan melihat bangkitnya perekonomian Indonesia yang lebih berdaya saing di masa depan. Hipmi siap berkontribusi positif untuk pengembangan kerja sama ini," tegas Mardani.

    Ia menjelaskan bahwa melalui penerapan teknologi, produktivitas di kalangan pengusaha muda dapat ditingkatkan berkali-kali lipat dengan biaya ekonomi yang semakin efisien. Berdasarkan pengalaman Mardani, hanya dengan penerapan teknologi-lah ekonomi Indonesia dapat berdaya saing dan menjadi pemain utama perekonomian dunia.

    Misalnya saja tambak udang, dengan penerapan teknologi dan inovasi, maka dapat meningkatkan produksinya berkali-kali lipat dengan kualitas yang jempolan. Kekayaan aspal buton juga dapat diolah menjadi aspal berkualitas dengan penerapan teknologi seperti yang dijalankan.

    Batu bara yang berlimpah juga dapat diolah menjadi LPG dan sumber energi pembangkit listrik berbahan baku gas, bahkan dapat diubah menjadi metanol dan bahan baku pupuk. Smelter nikel juga mampu meningkatkan performa bangsa dari eksportir bijih (ore) nikel menjadi eksportir mobil listrik di masa depan.

    "Teknologi digital juga membuktikan mampu mendorong peningkatan intensitas produksi dan perdagangan global. Semua karena teknologi. Sayangnya sebagian besar masih dikuasai bangsa lain tanpa ada upaya dan pengembangan dari anak bangsa," ketusnya.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id