Wapres: Pandemi Covid-19 Berikan Akselerasi Digital di Sektor Ekonomi Syariah

    Annisa ayu artanti - 28 April 2021 11:36 WIB
    Wapres: Pandemi Covid-19 Berikan Akselerasi Digital di Sektor Ekonomi Syariah
    Wakil Presiden Ma'ruf Amin - - Foto: Medcom/ Fachri



    Jakarta: Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengakui pandemi covid-19 memberikan dampak positif terhadap akselerasi digitalisasi di berbagai sektor ekonomi dan keuangan syariah.

    Di antaranya menahan laju penurunan kinerja penjualan produk industri halal, mempercepat mekanisme audit online dalam pengajuan sertifikasi halal, serta kemampuan untuk mendorong peningkatan keuangan sosial syariah.






    Berdasarkan laporan ekonomi keuangan Syariah 2020 yang dirilis Bank Indonesia,  kontraksi ekonomi syariah Indonesia pada 2020 Sebesar 1,72 persen (yoy). Angka tersebut masih lebih baik dibandingkan ekonomi nasional yang mencapai -2,07 persen.

    "Kinerja ekonomi syariah di masa pandemi didorong oleh beberapa sektor prioritas dalam rantai nilai halal, terutama sektor pertanian dan makanan halal yang masih tumbuh positif," kata Ma'ruf dalam webinar ekonomi syariah, Rabu, 28 April 2021.

    Ia menuturkan meskipun sektor pariwisata ramah muslim dan fesyen menjadi sektor yang paling terdampak pandemi akselerasi digitalisasi tetap terlihat dalam aktivitas dua sektor tersebut.


    Data Bank Indonesia yang mencatatkan nominal transaksi produk halal melalui perdagangan elektronik (e-commerce marketplace) selama Mei sampai Desember 2020 secara kumulatif tumbuh 49,52 persen dibanding periode yang sama di 2019.

    Bahkan, pada Mei 2020 yang bertepatan dengan pembatasan arus mudik dan pengurangan hari libur sepanjang Hari Raya Idulfitri 1441 H, justru terjadi lonjakan transaksi produk halal melalui e-commerce marketplace hingga tumbuh 7,25 persen (yoy).

    "Produk halal yang mendominasi transaksi adalah produk fesyen dengan pangsa mencapai 86,63 persen dari total nominal transaksi melalui e-commerce marketplace," sebutnya.

    Lebih lanjut, Ma'ruf juga menyampaikan digitalisasi juga terjadi pada metode pembayaran yang digunakan oleh masyarakat selama pandemi. Selama 2020, metode pembayaran transaksi produk halal di e-commerce marketplace didominasi oleh uang elektronik dan transfer bank, masing-masing sebesar 42,10 persen dan 23,08 persen dari pangsa pasar.

    Data terkini secara umum, volume transaksi keuangan digital perbankan Indonesia pada Maret 2021 telah mencapai 553,6 juta atau tumbuh 42,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Nilai transaksi tercatat meningkat 26,44 persen atau mencapai Rp3.025,6 triliun (yoy). Dari data-data tersebut, peluang dan tantangan digitalisasi ekonomi dan keuangan syariah masih sangat besar.

    "Sesuai mandat Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) ekonomi dan keuangan syariah nasional akan difokuskan ke dalam empat bidang, yaitu industri halal, terutama pemanfaatan Big Data, kecerdasan artifisial, maupun blockchain dalam mendukung pengembangan industri halal dari hulu ke hilir sebagai sumber pertumbuhan baru perekonomian Indonesia," pungkasnya.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id