2 Faktor Ini Jadi Penyebab Molornya Vaksinasi Gotong Royong

    Annisa ayu artanti - 09 April 2021 10:33 WIB
    2 Faktor Ini Jadi Penyebab Molornya Vaksinasi Gotong Royong
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id



    Jakarta: Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Shinta Widjaja Kamdani membeberkan dua penyebab yang membuat molornya jadwal vaksinasi gotong royong. Sejauh ini, Kadin Indonesia terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pihak terkait agar vaksinasi gotong royong bisa terlaksana.

    Penyebab pertama adalah kepastian jumlah dan alokasi vaksin dari PT Bio Farma (Persero) sebagai penyuplai vaksin. "Sekarang hanya menunggu kepastian vaksin jumlah alokasi," kata Shinta, kepada Medcom.id. Jumat, 9 April 2021.






    Kedua, lanjut Shinta, terkait harga. Harga vaksinasi gotong royong masih dibahas oleh Kementerian Kesehatan, Kadin Indonesia, dan Bio Farma. "Kedua, kita menunggu harganya (vaksinasi)," ucapnya.

    Bio Farma telah melakukan negosiasi kepada dua pengembang vaksin yaitu Sinopharm dan Moderna untuk memenuhi kebutuhan program vaksinasi gotong royong. Rinciannya, sebanyak 15 juta dosis vaksin Sinopharm yang akan datang pada kuartal I dan kuartal II-2021. Kemudian 5,2 juta dosis vaksin Moderna akan tiba pada kuartal III dan IV-2021.

    Sementara terkait harga, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pernah mengatakan pembentukan harga vaksinasi gotong royong akan ditentukan pemerintah setelah melalui diskusi dengan Kadin Indonesia dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

    "Tarifnya kan ditentukan oleh kami (Kementerian Kesehatan). Tapi kami baru akan menentukan tarifnya setelah pihak BUMN dan Kadin duduk bersama dengan kami," kata Budi beberapa waktu lalu.

    Budi memastikan tarif vaksinasi gotong royong tidak akan membebankan karyawan karena tarif tersebut dibebankan kepada kepada perusahaan-perusahaan yang telah mendaftar dan bersedia mengikuti program vaksinasi gotong royong tersebut.

    "Yang penting prinsipnya tidak dipungut biaya ke masyarakat," jelas Budi.

    Saat penutupan pendaftaran vaksinasi gelombang kedua gelombang kedua jumlah perusahaan yang mendaftar telah lebih dari 17.387 perusahaan. Dari total perusahaan tersebut jumlah peserta vaksinasi mencapai 8.665.363.


    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id