Realisasi Penyaluran Banpres Produktif Capai 72,46%

    Ilham wibowo - 27 September 2020 09:24 WIB
    Realisasi Penyaluran Banpres Produktif Capai 72,46%
    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki . Foto : Medcom.
    Bintan: Pemerintah terus mempercepat penyaluran dan memperluas sasaran UMKM yang mendapat bantuan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Realisasi penyaluran mengalami kemajuan dengan capaian lebih dari 70 persen.

    Hal tersebut disampaikan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Komite PC-PEN dengan para Pimpinan Kementerian/Lembaga di Bintan, Kepulauan Riau. Empat program PEN yang dilaksanakan Kemenkop UKM di antaranya Banpres Produktif Usaha Mikro, Subsidi KUR, Pembiayaan Investasi kepada Koperasi melalui LPDB, dan Subsidi non-KUR.

    Menkop UKM Teten menyampaikan bahwa realisasi penyaluran Banpres periode Agustus-September telah Produktif mencapai 72,46 persen dengan nilai Rp15,93 triliun. Jumlah pelaku usaha mikro yang mendapat bantuan sebanyak 6,63 juta orang, dengan nilai bantuan Rp2,4 juta per pelaku usaha.

    Banpres Produktif Usaha Mikro menyasar pelaku usaha mikro yang masih unbankable dan belum pernah mendapat pembiayaan dari lembaga keuangan. Program ini bertujuan untuk mendorong usaha mikro untuk masuk dalam pembiayaan formal.

    “Sasaran penyaluran tahap awal adalah 9,1 juta orang. Kami telah mengirimkan surat mengusulkan perluasan sasaran penerima menjadi 12 juta pelaku usaha mikro. Surat usulan sedang ditelaah oleh Kementerian Keuangan,” tutur Teten melalui keterangan tertulisnya, Minggu, 27 Agustus 2020.

    Adapun realisasi Pembiayaan Investasi kepada Koperasi melalui LPDB naik signifikan mencapai 74,56 persen dengan nilai Rp745,6 miliar. Total nilai program ini yakni Rp1 triliun, dengan tujuan perluasan modal kerja bagi koperasi terdampak covid-19 dengan bunga maksimum tiga persen.

    “Saat ini juga diperlukan kebijakan bagaimana koperasi turut berperan untuk membeli produk pangan rakyat. Strategi ini perlu dilakukan dengan memperkuat likuiditas koperasi. Karena itu sudah diusulkan penambahan anggaran PEN LPDB,” jelas Teten.

    Terkait capaian Subsidi KUR, Teten mengatakan telah diterima oleh 5,53 juta nasabah atau 33,08 persen. Dalam mempercepat realisasi Subsidi KUR, Kemenkop UKM melakukan strategi sosialisasi one by one kepada penyalur KUR, serta melakukan relaksasi dan perluasan.

    Sementara itu, realisasi subsidi non-KUR belum ada. Hal ini disebabkan kendala pemrosesan data dan tagihan yang sangat tergantung pada tingkat partisipasi BLU dan koperasi.

    “Sedangkan kolaborasi dengan Kementerian BUMN melalui Pasar Digital (PaDi) untuk memastikan belanja  barang dan jasa di bawah nilai Rp14 miliar memprioritaskan produk UMKM. Saat ini sembilan BUMN telah siap dan secara bertahap ke BUMN lainnya untuk menyerap produk UMKM,” pungkas Teten.


    (SAW)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id