Hingga 2030, Penambahan Kapasitas Pembangkit Baru Dipangkas 15,5 GW

    Suci Sedya Utami - 13 Januari 2021 18:18 WIB
    Hingga 2030, Penambahan Kapasitas Pembangkit Baru Dipangkas 15,5 GW
    Ilustrasi pembangkit listrik - - Foto: dok PLN
    Jakarta: Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memangkas penambahan kapasitas pembangkit untuk 10 tahun ke depan. Hal tersebut disusun dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030.

    Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana menyebutkan penurunan kapasitas bisa mencapai 15,5 gigawatt (GW) dari yang telah ditetapkan dalam RUPTL 2019-2028. Penurunan kapasitas tersebut juga terkait dengan mega proyek 35 GW.

    "Turun 15,5 GW dari RUPTL periode lalu dengan yang sedang kita evaluasi. Tentu ada bagian dari 35 GW," kata Rida dalam konferensi pers, Jakarta, Rabu, 13 Januari 2021.

    Dari pengurangan tersebut, sekitar 500 megawatt (MW) merupakan porsi pembangkit energi baru terbarukan (EBT). Rida menjelaskan pengurangan ini tidak terlepas dari dampak covid-19 menurunkan permintaan sehingga ada kelebihan pasokan listrik (over supply).

    Pandemi membuat penambahan pembangkit di 2020 hanya terealisasi sebesar 2.866,6 MW atau 55 persen dari target 5.209,48 MW. Demikian juga penambahan gardu induk sebesar 7.870 mega volt ampere (MVA) atau 55 persen dari target 14.247 MVA.

    Sementara konsumsi listrik per kapita sebesar 1.089 kilowatt hour (kWh) atau 95 persen dari target 1.142 kWh per kapita. Rida menambahkan, covid-19 memengaruhi proyek-proyek PLN minimum ada pergeseran commercial operation date (COD),

    "Ada beberapa rencana pembangkit yang tadinya tercantum di dalam RUPTL lama di dalam pertimbangan maka kita gantikan dengan yang lain misalkan dengan transmisi atau dengan cara relokasi pembangkit ke tempat lain, jadi enggak perlu menambah pembangkit baru. Itu dengan sendirinya akan mengurangi jumlah pembangkit yang akan dibangun dalam 10 tahun, karena umur RUPTL itu 10 tahun itu berkurang," jelas Rida.

    Apabila mengacu RUPTL 2019-2028, proyeksi tambahan kapasitas pembangkit listrik ditetapkan sebesar 56,4 GW. Dari besaran tersebut, tambahan kapasitas pembangkit listrik energi terbarukan diproyeksikan sebesar 16,7 GW, yakni pembangkit yang memanfaatkan energi air 9,54 GW, panas bumi 4.607 GW, biomassa 0,79 GW, dan energi lainnya 1,77 GW. Kendati demikian, pemerintah masih tetap mempertimbangkan porsi bauran energi bersih sebesar 23 persen di 2025.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id