Pembudi Daya Ikan Rasakan Nilai Tambah Ekonomi

    Antara - 14 Januari 2021 11:56 WIB
    Pembudi Daya Ikan Rasakan Nilai Tambah Ekonomi
    Perikanan. Foto : MI.
    Jakarta: Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto berpendapat pembudi daya ikan pada saat ini merasakan nilai tambah ekonomi. Hal ini karena adanya berbagai kebijakan untuk memperbaiki efisiensi usaha sektor kelautan dan perikanan.

    Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto dikutip dari Antara, Kamis 14 Januari 2021, mengatakan bahwa peningkatan Nilai Tukar Pembudi daya Ikan (NTPi) menunjukkan adanya perbaikan efisiensi usaha yang dipicu oleh semakin membaiknya harga komoditas utama budi daya.

    Slamet mengemukakan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya perbaikan struktur ekonomi masyarakat pembudi daya ikan di penghujung 2020. Tercatat NTPi Desember 2020 senilai 101,24, naik 0,58 poin dibanding November yang mencapai 100,65.

    Di samping itu, Nilai Tukar Usaha Pembudidayaan Ikan (NTUPi) juga naik 0,77 poin dari periode November sebesar 100,94 menjadi 101,72 pada Desember 2020 lalu.

    Slamet menilai meski inflasi Desember 2020 secara nasional mengalami kenaikan 1,68 persen dibanding Desember 2019, namun karena usaha budi daya semakin efisien, maka pembudi daya merasakan adanya nilai tambah ekonomi.

    Ia mengutarakan harapannya agar indikator ini terus naik, sehingga ada peningkatan kapasitas usaha melalui re-investasi yang dilakukan secara mandiri.

    Menurut dia, memasuki triwulan IV-2020, sistem distribusi dan transportasi serta serapan pasar secara perlahan mulai pulih mengikuti kondisi normal baru, sehingga sumbatan pasokan dan permintaan mulai terurai sehingga menjadi pengungkit nilai jual beberapa harga komoditas utama.

    "Ada kenaikan daya beli masyarakat pembudi daya, indeks harga yang diterima pembudidaya lebih besar dibanding indeks harga yang dikeluarkan baik untuk konsumsi maupun produksi budi daya. Kinerja ini juga cukup menggembirakan di tengah rata-rata tingkat inflasi pada Desember 2020 yang cukup tinggi yakni mencapai 0,45 persen atau mengalami kenaikan dibanding November 2020 yang mencapai 0,28 persen," jelas Slamet.

    Sedangkan pendapatan pembudi daya ikan pada triwulan IV-2020 tidak mengalami kenaikan jika dibanding triwulan III di tahun yang sama yakni rata-rata sebesar Rp3,5 juta per bulan. Namun demikian jika dibanding triwulan II-2020 mengalami kenaikan sebesar 7,58 persen.

    Hal ini, menurut Slamet, memasuki triwulan III-2020 ekonomi pembudi daya mulai membaik selama masa pandemi covid-19.

    Slamet menegaskan berbagai dukungan langsung dinilai mampu mendongkrak efisiensi produksi budi daya, di samping mulai berjalannya rantai pasokan yang memberikan efek kembali bergairahnya usaha pembudidayaan ikan di beberapa daerah.

    "Berbagai dukungan seperti Gerakan Pakan Mandiri, bantuan benih dan input produksi lainnya, dalam jangka pendek mampu mendongkrak efisiensi produksi. Terutama selama pandemi ini kita masif melakukan dukungan tersebut di berbagai daerah," ucapnya.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id