BKPM Gandeng China ENFI untuk Berinvestasi di Industri Smelter di Papua Barat

    Eko Nordiansyah - 13 April 2021 15:54 WIB
    BKPM Gandeng China ENFI untuk Berinvestasi di Industri Smelter di Papua Barat
    Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. FOTO: MI/Ramdani



    Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menggandeng China ENFI Engineering Corporation (ENFI) untuk kerja sama proyek peleburan tembaga. Rencananya, China ENFI akan berinvestasi di industri smelter tembaga di Fakfak, Papua Barat.

    Kerja sama ini dituangkan dalam Nota Kesepahaman tentang Proyek Peleburan Tembaga yang ditandatangani oleh Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dan President ENFI Liu Cheng. Bahlil berharap penandatanganan nota kesepahaman ini segera ditindaklanjuti untuk menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan.






    "Setelah nota kesepahaman ini ditandatangani, saya minta kita tidak lama-lama proses implementasi.  Nanti urusan perizinan dan insentif fiskal, BKPM yang akan bantu, selama proposal dari China ENFI adalah yang terbaik dan menguntungkan Freeport, China ENFI, dan Indonesia," ujar Bahlil dalam keterangan resminya, Selasa, 13 April 2021.

    Selain itu, Bahlil juga menyatakan keseriusan pemerintah Indonesia dalam mendukung rencana investasi tersebut dan menjamin ketersediaan suplai bahan baku yang akan disediakan oleh PT Freeport Indonesia sebanyak minimal 800 ribu ton per tahun. Proyek ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo mengenai transformasi ekonomi melalui peningkatan nilai tambah dan ekspor Indonesia ke dunia.

    Semengtara itu, Liu Cheng menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia untuk merealisasikan proyek ini. Ke depannya, ENFI berharap proyek dapat berjalan dengan baik dan cepat selesai.

    "Kami sangat bangga bisa terjun di proyek ini. Terima kasih atas dukungan pemerintah Indonesia, terutama BKPM, Kementerian ESDM, dan Kementerian BUMN. Setelah ini, kami akan sesegera mungkin menyelesaikan preliminary study agar proyek bisa cepat selesai. Kami juga akan merangkul Freeport dan MIND ID untuk bersama dalam proyek ini," ungkap Liu Cheng.

    Menindaklanjuti nota kesepahaman ini, selanjutnya akan dibentuk tim kecil dari pihak pemerintah Indonesia dan China ENFI. China ENFI akan mengunjungi Indonesia dalam waktu dekat untuk melakukan pembahasan teknis atas kelanjutan proyek.

    ENFI merupakan perusahaan milik negara teregister di Beijing, Tiongkok, dan merupakan anak perusahaan dari MCC Group dalam usaha penyediaan teknologi smelter, pembangunan industri smelter, khususnya tembaga, nikel, aluminium, dan logam non besi lainnya.
     
    BKPM dan ENFI akan bekerja sama untuk membantu dan mendukung rencana investasi dan pembangunan peleburan tembaga di Indonesia. Kapasitas peleburan tembaga yaitu Katoda Tembaga 400 ribu ton per tahun yang akan dibagi menjadi dua tahap. Dalam proyek ini, perusahaan akan melibatkan perusahaan lokal Indonesia sebagai mitra strategis yaitu PT Freeport Indonesia dan MIND ID.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id