Pemerintah Diminta Kaji Klaster Covid-19, APPBI: Jangan Mal Terus Jadi Sasaran Tembak!

    Husen Miftahudin - 18 Januari 2021 21:21 WIB
    Pemerintah Diminta Kaji Klaster Covid-19, APPBI: Jangan Mal Terus Jadi Sasaran Tembak!
    Ilustrasi. Foto: MI/Susanto



    Jakarta: Para pelaku usaha mal, ritel, hotel, dan restoran meminta pemerintah melakukan kajian yang tepat terhadap klaster penularan covid-19. Hal ini perlu dilakukan agar penanganan dan pengawasan terhadap tempat-tempat yang berpotensi menjadi klaster penularan covid-19 benar-benar tepat sasaran.

    Ketua DPD Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta Ellen Hidayat mengatakan, saat ini pusat-pusat perbelanjaan bukan merupakan klaster penularan covid-19. Namun pemerintah memaksa mal untuk membatasi kegiatan operasionalnya hingga pukul 19.00 WIB.






    "Sampai saat ini pusat belanja di DKI Jakarta bukan merupakan klaster covid-19. Sedangkan peraturan-peraturan (pembatasan kegiatan dan aktivitas) selalu dikenakan kepada kami, selalu pusat belanja yang menjadi sasaran tembak," ketus Ellen dalam konferensi pers bersama secara virtual, Senin, 18 Januari 2021.

    Padahal, ungkapnya, restoran-restoran mandiri yang berdiri sendiri di luar pusat perbelanjaan masih diperbolehkan untuk melakukan delivery dan take away hingga 24 jam. Fenomena ini dikhawatirkan bisa menimbulkan klaster baru penularan covid-19, terlebih protokol kesehatan yang diterapkan di restoran-restoran mandiri masih di bawah standar penerapan protokol kesehatan pusat belanja.

    "Dari masyarakat juga ada yang mengatakan bahwa di luar pusat belanja tidak ada protokol-protokol kesehatan dan yang mengawasi. Kedua, mereka juga boleh melakukan delivery sampai malam," tegasnya.

    Dengan ketus Ellen menganggap hal ini sebagai tindakan yang tidak adil. Sebab pusat perbelanjaan diwajibkan untuk tutup pukul 19.00 WIB. Kondisi ini juga menyebabkan retailer (pengecer) dan tenant (penyewa) di mal kehilangan momen peak season pengunjung.

    Biasanya, jelas dia, momen peak season di pusat-pusat perbelanjaan terjadi pada pukul 19.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Pada jam-jam tersebut, pengunjung datang ke mal untuk makan malam dan berbelanja. Namun lantaran mal harus tutup pukul 19.00 WIB dan pemesanan terakhir (last order) pukul 18.00 WIB, maka pengunjung menjadi terburu-buru dan enggan ke pusat-pusat belanja.

    Selain itu, para penyewa di mal juga patuh terhadap buka toko pukul 10.00-11.00 WIB dan tutup tepat pada pukul 19.00 WIB. Bahkan setiap hari di mal selalu ada pengawasan protokol kesehatan, baik itu yang datang dari Satpol PP maupun Satgas Covid-19.

    "Ini menyebabkan tidak ada fairness untuk bidang usaha, utamanya retailer yang berada di pusat belanja. Jadi mestinya ini dikaji lebih lanjut, di-mapping (dipetakan), mana sumber dan klasternya agar itu diawasi, ditindak, dicek, dikontrol secara lebih masif," tegas Ellen.

    Ia juga menuturkan bahwa seluruh mal yang ada di DKI Jakarta mengeluarkan investasi tambahan untuk memenuhi peralatan protokol kesehatan. Hal itu dilakukan agar pengunjung yang datang ke mal merasa aman dan nyaman saat berbelanja ataupun menyantap makanan di pusat perbelanjaan.

    "Tentu kami ingin agar juga pemerintah melakukan kajian yang tepat terhadap klaster covid-19, sehingga pada saat penanganan dan pengawasannya, itu benar-benar tepat sasaran," pinta Ellen.

    Senada, Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Belanja Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah menyatakan penerapan protokol kesehatan di pusat perbelanjaan sudah dilakukan dengan ketat. Bahkan mal juga telah menerapkan protokol Cleanliness, Health, Safety dan Environment (CHSE).

    "Mal sudah melakukan protokol kesehatan dan anggota-anggota kami juga sudah sangat ketat karena dari awal sudah memikirkan ini. Bahkan kami seharusnya diberikan penghargaan karena sudah melakukan banyak upaya yang membantu pemerintah. Termasuk menerapkan CHSE yang dirintis Kemenparekraf," pungkas Budihardjo.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id