Harga Batu Bara Februari Terdongkrak ke Level USD87,79 per Ton

    Suci Sedya Utami - 04 Februari 2021 17:27 WIB
    Harga Batu Bara Februari Terdongkrak ke Level USD87,79 per Ton
    Ilustrasi tambang batu bara. Foto: AFP



    Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menetapkan harga batu bara acuan (HBA) untuk Februari sebesar USD87,79 per ton. HBA meningkat 15,7 persen dari Januari yang sebesar USD75,84 per ton seiring sentimen yang dibentuk oleh supercycle komoditas (commodity supercycle).

    "Adanya sentimen commodity supercycle, antara lain kenaikan harga gas ikut memperkuat harga batu bara," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi di Jakarta, Kamis, 4 Februari 2021.






    Sinyal supercycle ini, sambung Agung, diyakini akan terjadi pada 2021 pada berbagai komoditas, terutama komoditas pertambangan. Salah satu pemicunya berasal dari suku bunga acuan yang rendah, dolar Amerika Serikat (AS) yang lemah, hingga pertumbuhan ekonomi serta pembangunan infrastruktur di berbagai negara.

    Selain faktor supercycle, penyebab utama dari pendorong kenaikan HBA adalah melonjaknya permintaan impor dari Tiongkok. "Suplai batu bara domestik (Tiongkok) tidak dapat memenuhi kebutuhan batu bara pembangkit listrik," jelas Agung.

    Harga batu bara kembali pulih dalam empat bulan terkahir setelah sepanjang 2020 mengalami tekanan akibat pandemi covid-19, yaitu Oktober 2020 (USD51 per ton), November 2020 (USD55,71 per ton), Desember 2020 (USD59,65 per ton), dan Januari (USD75,84 per ton).

    "Selama empat bulan terakhir harga batu bara terus menuju ke level psikologis," jelas Agung.

    Perubahan HBA diakibatkan juga oleh faktor turunan supply dan faktor turunan demand. Untuk faktor turunan supply, dipengaruhi oleh season (cuaca), teknis tambang, kebijakan negara supplier, hingga teknis di supply chain seperti kereta, tongkang, maupun loading terminal.

    Sementara untuk faktor turunan demand, dipengaruhi oleh kebutuhan listrik yang turun berkorelasi dengan kondisi industri, kebijakan impor, dan kompetisi dengan komoditas energi lain seperti LNG, nuklir, dan hidro.

    Nantinya, HBA Februari ini akan digunakan pada penentuan harga batu bara pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Vessel).
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id