Akselerasi Bisnis UMKM, Kioson Bentuk Anak Usaha Baru

    Arif Wicaksono - 05 Mei 2021 13:59 WIB
    Akselerasi Bisnis UMKM, Kioson Bentuk Anak Usaha Baru
    UMKM. Foto : MI/Hendrik.



    Jakarta: PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (Kioson), perusahaan yang berfokus pada pengembangan UMKM dan toko kelontong, kembali memperkuat komitmennya untuk terus mengakselerasi bisnis UMKM di Indonesia. Kali ini, Kioson membentuk anak usaha baru, GudangPintar.id.

    GudangPintar bertujuan meningkatkan efisiensi di bidang logistik, khususnya dalam penyediaan layanan fulfillment centre. GudangPintar.id akan melengkapi ekosistem retail digital Kioson yang saat ini telah mencapai lebih dari 80 ribu outlet retail yang telah terdaftar di jaringan Kioson.






    Direktur Utama Kioson, Reginald Trisna, mengatakan perseroan sudah berpengalaman menjadi perusahaan yang memberikan kemudahan bagi para mitra pemilik outlet retail untuk bisa beradaptasi dengan era digital. Hal ini sejalan dengan potensi dalam ekosistem Kioson yang saat ini telah mencapai lebih dari 80 ribu outlet retail digital yang telah terdaftar di seluruh Indonesia.

    "Kami bersama dengan GudangPintar.id meluncurkan layanan fulfillment centre GudangPintar. Layanan ini nantinya diharapkan akan dapat memberikan efisiensi dari sisi logistik pengadaan stok barang dagangan para mitra retail kami, yang sebagian besar adalah UMKM,” kata dia, dikutip dalam keterangan resminya, Rabu, 5 Mei 2021.

    Merujuk ke riset CLSA bertajuk 'E-warung, Indonesia's New Digital Battleground', tiga juta warung kelontong berkontribusi hampir 80 persen terhadap pasar ritel Indonesia. Namun, 80 persen lebih atau sekitar 2,5 juta warung di antaranya masuk kategori underserved atau kurang terlayani.

    Hadirnya GudangPintar dari Kioson berusaha untuk menjawab tantangan tersebut, melalui ekosistem retail digital yang telah terbentuk di Kioson. Setiap satu fulfillment centre bisa membantu percepatan distribusi dan efisiensi biaya logistik untuk sekitar 2.000 warung dan toko kelontong di sekitar lokasi.

    Reginald menambahkan, dengan System WMS (Warehouse Management System) yang terintegrasi dengan principal dan logistik partner, maka GudangPintar akan semakin efisien dan cepat dalam menangani logistik serta distribusi dari prinsipal ke Warung UMKM yang dikelola oleh Kioson.

    Kioson WMS merupakan fulfillment centre berbasis teknologi yang digunakan untuk membangun GudangPintar. Proses ini secara sederhana adalah pemenuhan proses dalam ekosistem logistik, mulai dari pemilahan barang, pengemasan, sampai dengan pengiriman via kurir ekspedisi. Dalam hal ini, fulfillment centre GudangPintar akan memaksimalkan proses logistik untuk para mitra Kioson, utamanya untuk pengadaan stok barang dagangan para mitra tersebut.

    "Sinergi GudangPintar dengan ekosistem Kioson kami harapkan mampu untuk memberikan efisiensi maksimal pada bisnis UMKM para mitra retail Kioson dalam hal logistik dan pengadaan stok barang dagangan. Di 2021, Kioson melalui GudangPintar.id memiliki target untuk membangun lebih dari 1.000 fulfillment centre di Indonesia untuk melayani dua juta warung UMKM yang ada di pelosok Nusantara," tutup Reginald.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id