Sandiaga Ingin Bima Satu Paket Wisata dengan Bali-Lombok

    Whisnu Mardiansyah - 16 Juni 2021 21:45 WIB
    Sandiaga Ingin Bima Satu Paket Wisata dengan Bali-Lombok
    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno. Foto: Dok. Kemenparekraf.



    Jakarta: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, ingin membangun travel pattern (pola perjalanan) pariwisata khusus di Bali, Bima Raya, dan Sumbawa. Kawasan Bima dipilih karena dekat dengan Bali dan Lombok.

    Sandiaga mengatakan Bima Raya dipilih lantaran wilayah ini dekat dengan Labuan Bajo, salah satu Destinasi Super Prioritas. Kemenparekraf tengah menyiapkan langkah strategis agar Bima Raya kena imbas dari destinasi super prioritas.

     



    "Sekaligus Bima Raya sangat dekat dengan Labuan Bajo, satu dari lima Destinasi Super Prioritas (DSP). Oleh karena itu, kita akan lakukan penyelarasan kebijakan dan beberapa langkah-langkah strategis agar Bima Raya bisa menjadi travel pattern dari Destinasi Super Prioritas," kata Sandiaga di Jakarta, Rabu, 16 Juni 2021.

    Sandiaga menyebut gelaran World Superbike pada November 2021, serta Moto GP Mandalika 2022 akan berimbas ke kawasan Bima Raya. Dari itu, Bima Raya harus mendapatkan limpahan dari peningkatan kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo dan Mandalika.

    "Karena selain dengan Labuan Bajo, Bima itu justru memiliki proximity (kedekatan) dengan Mandalika, jadi kalau kita buat travel pattern ini sangat cocok dan bisa kita kembangkan," ujar Sandiaga.

    Baca: Mulai Besok, Tempat Wisata di Bandung Ditutup 14 Hari

    Menurut mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu, potensi pariwisata serta beragam produk ekonomi kreatif di Bima Raya luar biasa. Kemenparekraf melalui Badan Otorita Labuan Bajo Flores akan mensinergikan antara Bima Raya dengan Labuan Bajo dan Mandalika, termasuk Pulau Satonda yang terhubung dengan Bali.

    Di sisi lain, Kemenparekraf mengubah kolaborasi yang mencakup tiga konsep pemulihan setor pariwisata menjadi kolaboraksi. Konsepnya adalah pembentukan travel pattern dalam peningkatan kualitas dan keberlanjutan sektor pariwisata nasional.

    Sandiaga mengatakan kebijakan mengubah frasa kolaborasi menjadi kolaboraksi bukanlah tanpa alasan. Dia menyebut keputusan itu diambil untuk meningkatkan sinergi, sekaligus penyelarasan kebijakan dan langkah strategis antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

    "Jadi ini butuh satu inovasi dan kreativitas dari kita di Kemenparekraf dan juga teman-teman yang mengelola pariwisata di daerah," kata Sandiaga.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id