KKP Siapkan Program untuk Genjot Ekspor Udang

    Suci Sedya Utami - 14 Juni 2021 13:18 WIB
    KKP Siapkan Program untuk Genjot Ekspor Udang
    Ekspor. Foto : MI.



    Bandung: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong program peningkatan ekspor udang nasional untuk bisa menguasai potensi pasar dunia. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam rangkaian acara Dies Natalis Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran ke-16 mengatakan udang merupakan komoditas perikanan yang paling banyak diminati pasar global.

    Dalam kurun waktu 2015-2019, udang merupakan permintaan pasar nomor dua setelah salmon. Ia bilang Indonesia selama kurun waktu 2015-2020 berkontribusi terhadap pemenuhan pasar udang dunia rata-rata sebesar 6,9 persen.

     



    "Potensi pasar ini harus kita garap, khususnya pasar yang memberikan nilai tinggi terhadap udang produksi Indonesia, agar Indonesia mampu menguasai pasar udang dunia," ucap Menteri Trenggono, dikutip dari Antara, Senin, 14 Juni 2021.

    Untuk mendukung hal tersebut bisa tercapai, Trenggono memaparkan beberapa program yang telah disiapkan oleh KKP untuk meningkatkan produksi dan ekspor udang nasional yaitu revitalisasi tambak dengan membangun infrastruktur atau sarana dan prasarana sebagai percontohan kawasan udang bagi masyarakat, penyederhanaan perizinan usaha tambak udang, serta pembangunan model shrimp estate untuk budi daya udang dari hulu ke hilir.

    Shrimp estate merupakan budi daya udang berskala memadai yang proses budidayanya dari hulu hingga hilir berada dalam satu kawasan dengan proses produksi berteknologi agar hasil panen lebih optimal, mencegah penyakit, serta lebih ramah lingkungan agar prinsip budi daya berkelanjutan tetap terjaga.

    Namun dalam implementasinya, Trenggono menjelaskan beberapa tantangan pada subsektor perikanan budi daya, salah satunya adalah pakan yang merupakan komponen biaya produksi terbesar.

    Untuk itu, kerja sama antara pemerintah dengan produsen pakan nasional harus berjalan beriringan untuk mencapai biaya komponen pakan yang lebih efisien. Dia pun berharap kepada para peneliti agar dapat terus melakukan pengembangan dalam inovasi pakan di Indonesia.

    “Saya mengimbau kepada para peneliti, khususnya di perguruan tinggi untuk selalu melakukan inovasi dan riset dalam rangka mengurangi ketergantungan bahan baku impor dan bahan baku yang berasal dari penangkapan,” ucap Trenggono.

    Nilai ekspor udang nasional pada 2019 menempatkan Indonesia di urutan kelima eksportir udang dunia, di bawah India, Ekuador, Vietnam dan Tiongkok, dengan market share sebesar 7,1 persen. Dari angka tersebut dengan total volume produksi udang sebesar 239.227 ton nilai ekspor udang Indonesia sebesar USD2,04 miliar. Hasil inilah yang akan terus ditingkatkan oleh KKP ke depannya.

    Namun demikian, Trenggono juga mengingatkan bahwa pengelolaan produksi dari budidaya udang harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan menerapkan prinsip berkelanjutan.

    "Kebijakan KKP dalam pemanfaatan sumber daya tidak hanya mengeksploitasi sebesar-besarnya untuk kepentingan ekonomi, namun harus memperhatikan lingkungan dan keberlanjutan, sehingga pembangunan kelautan dan perikanan di masa depan dapat menyeimbangkan antara ekologi dan ekonomi sesuai dengan arah masa depan ekonomi dunia, yaitu menuju ekonomi biru," tutur dia.

    Lebih lanjut, mantan Wakil Menteri Pertahanan ini juga menyampaikan tiga program terobosan KKP berbasis keberlanjutan selama tiga tahun ke depan, yaitu peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sumber daya alam perikanan tangkap untuk peningkatan kesejahteraan nelayan, pengembangan perikanan budi daya untuk peningkatan ekspor yang didukung riset kelautan dan perikanan, serta pembangunan kampung-kampung perikanan budi daya tawar, payau, dan laut berbasis kearifan lokal.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id