AirNav Minta Masyarakat Setop Menerbangkan Balon Udara

    Husen Miftahudin - 24 Juli 2021 20:37 WIB
    AirNav Minta Masyarakat Setop Menerbangkan Balon Udara
    Ilustrasi balon udara - - Foto: dok MI



    Jakarta: AirNav Indonesia mengimbau masyarakat untuk menghentikan penerbangan balon udara liar. Pasalnya, menerbangkan balon udara secara liar dapat mengancam keselamatan penerbangan dan keselamatan masyarakat secara umum.
     
    Imbauan ini kembali digaungkan setelah sebuah video yang sempat viral menampilkan detik-detik balon udara raksasa liar yang jatuh di Puskesmas Gorang Gareng Taji, Kecamatan Nguntoronadi, Magetan, Jawa Timur.
     
    "Kami terus mengimbau kepada masyarakat khususnya komunitas balon udara tradisional, untuk menghentikan penerbangan balon udara liar yang tidak ditambatkan. Hal ini dikarenakan balon udara tersebut, selain dapat mengancam keselamatan penerbangan, juga dapat mengancam keselamatan masyarakat secara langsung," ucap Direktur Utama AirNav Indonesia M. Pramintohadi Sukarno dalam siaran pers, Sabtu, 24 Juli 2021. 
     
    Terkait jatuhnya balon udara di Magetan, Pramintohadi mengungkapkan bahwa balon udara raksasa yang berbahan bakar asap terisi penuh tersebut sangat membahayakan. Apalagi balon udara itu terlihat membawa mercon yang belum sempat meledak.
     
    "Balon udara tersebut jatuh di salah satu fasilitas kesehatan, di mana fasilitas kesehatan tersebut saat ini menjadi garda terdepan kita dalam menghadapi pandemi covid-19 yang melanda Ibu Pertiwi," tuturnya. 
     
    Ia mengingatkan, peristiwa tersebut memiliki unsur pidana dan dapat menjerat para pelaku penerbangan balon udara liar. Adapun aturan teknis penerbangan balon udara terdapat pada PM Nomor 40 Tahun 2018 tentang Penggunaan Balon Udara pada Kegiatan Budaya Masyarakat. Sedangkan untuk sanksi yang diberikan dapat dilihat pada Undang-Undang Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan.
     
    "Jadi, untuk balon udara liar yang diterbangkan menyalahi aturan-aturan yang ada pada regulasi tersebut, akan diproses secara hukum. Contoh kasusnya sudah ada di Wonosobo, Jawa Tengah, para penerbang balon udara liar pada 2020 lalu telah diproses hukum," terangnya.
     
    AirNav Indonesia bersama para pemangku kepentingan penerbangan nasional telah gencar melakukan upaya-upaya preventif untuk menekan penerbangan balon udara liar.
     
    Pihaknya pun telah melakukan sosialisasi dan menggandeng seluruh pemangku kepentingan untuk turut serta mengedukasi komunitas balon udara tradisional mengenai bahaya balon udara liar, baik untuk keselamatan penerbangan maupun keselamatan masyarakat.
     
    "Beragam platform mulai dari festival, seminar, pendekatan keagamaan, sosialisasi, dan webinar telah kami laksanakan demi menjaga keselamatan penerbangan. Kami berharap, masyarakat turut berperan aktif dalam mengamplifikasi dan menyebarluaskan imbauan ini demi keselamatan kita bersama," pungkas Pramintohadi.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id