Pemerintah Terapkan Strategi Ganda Tingkatkan Kesejahteraan Petani dan Nelayan

    Suci Sedya Utami - 11 Juni 2021 17:42 WIB
    Pemerintah Terapkan Strategi Ganda Tingkatkan Kesejahteraan Petani dan Nelayan
    Ilustrasi buruh tani - - Foto: MI/ Amiruddin Abdullah



    Jakarta: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Bappenas tengah menyusun strategi untuk mencapai tingkat nilai tukar petani (NTP) dan nilai tukar nelayan (NTN)

    Dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2022 bertema Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural, terdapat 10 tema utama. Salah satunya adalah peningkatan ketahanan pangan masyarakat. Untuk mencapai ketahanan pangan, salah satu skor yang diperhitungkan yakni NTP 103-105, serta NTN 102-105.

     



    "Bapak Presiden telah menanyakan ke kami, sasaran pembangunan itu sebaiknya dikejar sampai seberapa, kegiatannya apa saja, apakah akan ditentukan sendiri oleh Bappenas, dan lain-lain. Kalau anggaran terbatas, silakan digunakan sebaik-sebaiknya. Karena itu, kita membutuhkan masukan yang tepat terkait nilai tukar petani dan nelayan,” tutur Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Jumat, 11 Juni 2021.

    Untuk mencapai target NTP yang merepresentasikan peningkatan kesejahteraan petani ini, pemerintah mengerahkan strategi jalur ganda. Meliputi pertama, penurunan biaya produksi usaha tani dengan program padat karya, dukungan intensif sarana produksi, mekanisasi pertanian, dukungan efisiensi produksi pertanian, dukungan jaminan program sosial bagi keluarga petani, mencakup aspek pangan, pendidikan, dan kesehatan.

    Kedua, meningkatkan akses pasar dan distribusi produk pertanian, maksimalisasi sistem rantai dingin, hilirisasi nilai tambah, penetapan harga acuan, pembentukan korporasi petani dan membangun kondisi pasar pertanian yang adil bagi produsen dan konsumen, meliputi pasar lelang dan sistem resi gudang.

    Sementara itu, beberapa upaya pemerintah dalam rangka peningkatan NTN antara lain pengadaan kapal perikanan dan alat tangkap, peningkatan fasilitas pelabuhan perikanan, penguatan kelembagaan nelayan termasuk pengembangan korporasi nelayan, perlindungan bagi nelayan, mencakup asuransi nelayan dan sertifikasi hak atas tanah nelayan, serta sarana penyimpanan ikan dan pengembangan pasar perikanan.

    Lebih lanjut ia menambahkan, strategi utama pemerintah untuk mencapai target pembangunan dalam RKP 2022 adalah sinkronisasi dan harmonisasi melalui pertama, jaminan ketersediaan, keterjangkauan, dan ketepatan input atau sarana dan prasarana produksi pertanian. Kemudian pembentukan korporasi petani dan nelayan.

    Selain itu pengembangan sentra produksi pangan berbasis pertanian digital, antara lain Kawasan Sentra Produksi Pangan (Food Estate). Membangun kondisi pasar pertanian yang adil bagi produsen-konsumen, terutama kesejahteraan petani, misal pasar lelang, sistem resi gudang, efisiensi distribusi, penguatan konektivitas dan logistik pangan. Literasi atau adopsi digital, pertanian presisi dan transformasi platform e-commerce pertanian atau rantai pasok daring.

    "Menerapkan efisiensi biaya produksi dan peningkatan nilai tambah hasil pertanian, antara lain infrastruktur wilayah dan pengolahan primer. Serta jaminan program sosial (pangan, pendidikan, kesehatan, dan lainnya) bagi rumah tangga tani miskin," jelas dia.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id