Gubernur Kaltara: PLTA Sungai Kayan Merupakan Energi Ramah Lingkungan

    Antara - 29 Juni 2021 09:03 WIB
    Gubernur Kaltara: PLTA Sungai Kayan Merupakan Energi Ramah Lingkungan
    Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang saat pertemuan dengan pihak PT Kayan Hydro Energy (KHE) terkait pembangunan progres PLTA Kayan. FOTO: HO-Dinas KISP Pemprov Kaltara.



    Tarakan: Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang mengatakan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Kayan di Kecamatan Long Peso, Kabupaten Bulungan, merupakan Energi Baru Terbarukan (EBT) dan 100 persen ramah lingkungan.

    "Saya mengharapkan PLTA Kayan ini cepat selesai. Dan ketika dalam pengerjaannya nanti, diprioritaskan pekerja-pekerja lokal yang merupakan warga Kaltara," kata Zainal, di Tarakan, dilansir dari Antara, Selasa, 29 Juni 2021.

     



    Dia mengungkapkan bahwa progres PLTA Kayan hingga saat ini terus berproses, baik persoalan teknis, izin, maupun lainnya. Pada akhir tahun ini PT Kayan Hydro Energy (KHE) menargetkan pembangunan satu dari di Kecamatan Long Peso, Kabupaten Bulungan bendungan PLTA Sungai Kayan berkapasitas 9.000 megawatt (MW) tersebut bakal rampung.

    Untuk pembangunan bendungan lainnya yang dilakukan secara paralel setiap tahunnya akan selesai hingga 2026. Sementara itu, Direktur PT KHE Khaeroni mengatakan hingga saat ini progres pembangunan fisik bendungan PLTA Sungai Kayan masih menunggu izin penetapan kawasan hutan.

    "Akan tetapi kegiatan lapangan atau pra konstruksi terus berjalan, seperti buat jalan penghubung, gudang bahan peledak dan lainnya. Direncanakan gudang itu di Juli nanti selesai," tuturnya.

    Pembangunan infrastruktur jalan dari jalan kabupaten menuju fasilitas umum kemudian lanjut ke bendungan sepanjang empat kilometer dan tujuh kilometer ditargetkan selesai Oktober tahun ini.

    "Setelah dapat izin penetapan kawasan hutan atau pinjam pakai, kami langsung melakukan konstruksi bendungan. Dan direncanakan Oktober. Lama pembangunan bendungan kurang lebih empat sampai lima tahun," jelas Khaeroni.

    "Targetnya 2025 bendungan satu sudah bisa beroperasi, kemudian lanjut bendungan dua yang pembangunannya paralel dengan bendungan satu dan 2026 ditarget sudah selesai," tambahnya.

    Ia menyebutkan dari 9.000 PLTA Sungai Kayan ini meliputi untuk bendungan Kayan satu bisa menampung hingga 900 MW. Sementara bendungan Kayan dua berkapasitas 1.200 MW, dan masing-masing 1.300 MW untuk bendungan Kayan tiga dan empat, serta 3.200 MW untuk Kayan lima.

    "Suplai listriknya nanti bekerja sama dengan PLN. Kedua kami pakai untuk KIPI (Kawasan Industri Pelabuhan Internasional) Tanah Kuning," pungkas Khaeroni.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id